Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Okt 2018 21:30 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Merasakan Suasana Eropa? Datang Saja ke Tapanuli Utara

Robi Setiawan
detikTravel
Lokasi nuansa Eropa di Siborong Borong, Tapanuli Utara (dok Kemenpar)
Lokasi nuansa Eropa di Siborong Borong, Tapanuli Utara (dok Kemenpar)
Jakarta - Jika memiliki mimpi liburan ke Eropa, makan siang ditemani udara dingin dan mencicipi kuliner yang enak, cobalah datang ke Tapanuli Utara. Sebab di sana ada nuansa Eropa yang terletak di sekitaran Toba.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman mengatakan lokasi bernuansa Eropa tersebut terletak di Siborong Borong, Tapanuli Utara. Menurutnya, lokasi ini cukup dekat dengan Bandara Internasional Silangit.

"Nggak usah jauh-jauh ke Eropa. Di Siborong Borong, Tapanuli Utara, ada nuansa Eropa juga kok. Hanya 20 menit dari Bandara Internasional Silangit. Tim Wonderful Huta Toba yang sedang menyiapkan paket wisata 4 hari 3 malam sempat merasakan sensasi ini," terangnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/10/2018).


Nuansa Eropa itu bisa ditemukan di Piltik Homestay, sebuah kafe sekaligus penginapan. Arsitektur bangunannya terbuat dari kayu dan batu bata berwarna putih. Sekilas, bangunan tersebut mirip dengan arsitektur Eropa.

Spot untuk berfoto pun sangat banyak dengan latar belakang persawahan. Diarahkan ke mana pun hasil fotonya akan bagus dan cantik di kamera.

"Udaranya juga dingin, sekitar 19-20 derajat Celcius saat siang hari. Ini Huta Toba rasa Eropa," timpal Asdep Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar, Lokot Ahmad Enda.

Di Huta Toba juga terdapat beragam aktivitas yang bisa dilakukan. Di antaranya bermain gitar, mencicipi wine bercitarasa lokal, trekking keliling Piltik, menyeruput kopi, hingga mencicipi mie gomak. Semua bisa ditemukan di Piltik Homestay.

Rasanya juga dijamin membuat ketagihan sebab makanan yang disuguhkan sudah dimodifikasi agar cocok di lidah wisatawan dan pengunjung. Kuncinya ada pada bahan bumbu bernama andaliman.

Pemilik Piltik Homestay, Edward Tigor Siahaan mengungkapkan wujud andaliman mirip merica dan rasanya pun tak jauh beda. Hanya saja andaliman lebih getir dan kuat meski tidak sepedas cabai. Bumbu andaliman kerap digunakan untuk menaburi hampir semua makanan di Sumatera Utara sehingga sering disebut merica Batak.

"Ini Eropean style, Batak taste," tegas Edward.


Menteri Pariwisata Arief Yahya yang pernah merasakan sensasi kuliner di Piltik Homestay pun merasa seolah diajak bernostalgia. Ada rasa rindu akan citarasa khas masakan Batak. Itulah alasan kuliner dimasukkan dalam kategori karya budaya, cultural value, bersama shopping and fashion, heritage, dan seni.

"Kuliner itu dibuat secara turun temurun. Komposisi bumbu, lama menanak, besaran api, alat masak, sampai derajat kematangan itu diatur dengan rasa, tidak cukup dengan pikiran di otak kiri," jelas Arief Yahya.

Jika merasa penasaran atau tidak percaya, sebaiknya langsung datang dan buktikan sendiri ke Piltik Homestay. "Saya pernah makan siang di sana. Tempatnya keren, udaranya sejuk, kulinernya sudah pasti enak," pungkas Arief. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED