Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Nov 2018 14:15 WIB

TRAVEL NEWS

Festival Rapai Internasional Digelar di Lhokseumawe

Datuk Haris Molana
detikTravel
Foto: Aceh Internasional Rapai Festival (ACIRAF) (Datuk Haris Molana/detikTravel)
Foto: Aceh Internasional Rapai Festival (ACIRAF) (Datuk Haris Molana/detikTravel)
Lhokseumawe - Untuk pertama kalinya, festival rapai bertaraf internasional diadakan di Lhokseumawe. Rapai sendiri adalah alat musik perkusi tradisional Aceh.

Pemerintah Aceh bersama Kementerian Pariwisata resmi membuka Aceh Internasional Rapai Festival (ACIRAF) di Kota Lhokseumawe, Aceh. Rapai yang merupakan alat musik perkusi tradisional Aceh pun diperkenalkan kepada dunia sebagai aset leluhur.

"Selamat kepada Kota Lhokseumawe yang berhasil melaksanakan festival rapai pertama bertaraf internasional. Aceh masuk 100 Wonderful Indonesia 2018 yakni rapai. Rapai adalah warisan dan aset leluhur, tidak boleh dilupakan," kata perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Tasbir saat pembukaan ACIRAF di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe, Senin (5/11/2018) malam.

Dia menuturkan pariwisata harus terus digerakkan, salah satu upayanya yaitu dengan membuat event-event baik bertaraf nasional maupun internasional. Apalagi Aceh memiliki ragam budaya, kesenian, keindahan alam yang sangat bagus dan telah diakui oleh dunia. Contohnya Seudati, Saman, Ratoh Jaro, dan juga Rapai. Semuanya ini adalah aset pariwisata yang harus dilestarikan.

Dengan adanya aset tersebut, pastinya juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Apalagi Menpar sedang giat dalam menggaet wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

"Ini juga salah satu kesempatan kita memberikan image bagus Aceh pasca konflik berkepanjangan. Ini momen untuk menyampaikan Aceh sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi ke depan," sebut Tasbir.

Sementara Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama, Iskandar AP mengatakan rapai masuk ke Aceh pada abad ke-9 di mana bersamaan dengan masuknya Islam. Seiring berjalannya waktu, rapai pun berkembang dan lahir dengan bermacam jenis.

(Datuk Haris Molana/detikTravel)(Datuk Haris Molana/detikTravel)
"Kita akan terus melakukan pengembangan di sektor pariwisata. Aceh akan menargetkan 3 juta lebih wisatawan ke depan. Tentunya, kita juga akan tunjukkan kepada dunia dengan berbagai event-event menarik. Pemerintah Aceh akan terus memperhatikan termasuk akan mendaftarkan apa saja seni, budaya yang menjadi aset ke Kemenpar dan mancanegara," kata Iskandar saat membuka ACIRAF.

Selain Rapai, berbagai grup perkusi dalam negeri dan dari Malaysia, Thailand, India ikut dalam event akbar tersebut. Mereka menampilkan kepiawaiannya dalam menabuh perkusi. (krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Pesona Asia

Pagi Bromo!

Selasa, 20 Nov 2018 08:30 WIB

Inilah saat pagi menyapa kawasan TNBTS. Kumpulkanlah memori saat melakukan perjalanan ke sana ya.