Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Nov 2018 20:30 WIB

TRAVEL NEWS

Di Depan Wisudawan STP Bali, Menpar: Semua Harus Beralih ke Digital

Akfa Nasrulhak
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Foto: Dok Kemenpar
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Bali, Senin (12/11/2018). Ia pun mendorong seluruh lulusan STP Nusa Dua Bali lebih berani, kreatif dan inovatif berwirausaha melalui go digital.

Wisuda ke XXIV ini, dipusatkan di Gedung BNDCC The Westin Resort Nusa Dua dengan total mahasiswa yang diwisuda sebanyak 606 orang. Arief pun mengaku optimis semua lulusan STP Nusa Dua Bali akan terserap dunia kerja. Terlebih, sebagian di antaranya memang sudah bekerja.

"Semua harus segera mengubah haluan, yakni bertransformasi menuju platform digital. Travellers sekarang terus bergerak dan makin cepat beralih ke digital lifestyle. Jemput perubahan dengan go digital jika ingin winning the future customers," ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Selasa (13/11/2018).

Arief meyakinkan penggunaan digital akan membuat pariwisata Indonesia melompat lebih tinggi.

"Jadi ingat, more digital more global, more digital more personal, more digital more professional," ungkapnya.

Ia juga menegaskan, untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah, perlu didukung sumber daya manusia yang profesional.

"Dibutuhkan sekolah, seperti Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, untuk mengolah SDM di bidang pariwisata," ujarnya.

Menurut Arief, pariwisata saat ini sudah menjadi industri mainstream. Artinya, sudah menjadi industri yang diandalkan dalam meraup devisa negara. Arief optimistis, pada 2019 nanti, pariwisata menjadi penghasil devisa nomor satu.

"Pariwisata akan mengalahkan migas. Pariwisata kini kontribusinya terus-menerus. Kami berharap pariwisata bisa memberikan kontribusi 15 persen pada produk domestik bruto (PDB)," tandasnya.

Sementara itu, Ketua STP Nusa Dua Bali, Dewa Gde Ngurah Byomantra mengatakan, dari 606 mahasiswa yang di wisuda, 176 orang sudah bekerja. Sedangkan 48 orang wirausaha, 3 orang bekerja di luar negeri, dan 4 orang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Mereka berasal dari Program D3, D4 dan S1, dari 3 rumpun ilmu yang kami buka, yaitu Hospitality, Kepariwisataan dan Perjalanan," ujar Dewa.

Byomantra merinci, dari Rumpun Ilmu Hospitality terdapat 66 wisudawan S1 Bisnis Hospitality (BHP), 110 wisudawan D4 Administrasi Perhotelan (ADH), dan 28 wisudawan D4 Manajemen Akuntansi Hospitaliti (MAH). Kemudian 86 wisudawan D3 Manajemen Divisi Kamar (MDK), 108 wisudawan D3 Manajemen Tata Hidangan (MTH), dan 94 wisudawan D3 Manajemen Tata Boga (MTB).

Kemudian Rumpun Ilmu Kepariwisataan, terdapat 29 wisudawan S1 Destinasi Pariwisata (DPW), dan 27 wisudawan D4 Manajemen Keparwisataan (MKP). Sedangkan dari Rumpun Ilmu Perjalanan ada 23 wisudawan D4 Manajemen Bisnis Perjalanan (MBP), 34 wisudawan D4 Manajemen Konvensi dan Perhelatan (MKH), serta 1 wisudawan Manajemen Spa (MSP). (ega/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED