Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Nov 2018 20:45 WIB

TRAVEL NEWS

Beri Kemudahan Liburan, Pemkab Bandung Luncurkan Aplikasi Khusus

Wisma Putra
detikTravel
Aplikasi Kampung Sabilulungan (Wisma/detikTravel)
Bandung - Demi meningkatkan pelayanan informasi wisata di Kabupaten Bandung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung punya aplikasi khusus. Apa itu?

Selain meningkatkan pelayanan informasi, aplikasi kampungsabilulungan.com diluncurkan untuk memasarkan Kawasan Wisata Sabilulungan milik Pemkab Bandung yang beralamatkan di Jalan Raya Al-Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung.

Seperti diketahui, di Kawasan Wisata Sabilulungan terdapat Gedong Budaya Sabilulungan, Science Centre dan Bale Rame Sabilulungan. Kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang sangat tinggi.

"Aplikasi ini berbasis website dan android yang dapat berfungsi untuk menginformasikan destinasi wisata di Kabupaten Bandung dan Kawasan Wisata Sabilulungan," kata Kabid Pemasaran Disparbud Kabupaten Bandung Vena Andriyawan saat menggelar konferensi pers di Kantor Disparbud, Rabu (21/11/2018).

Vena mengungkapkan, aplikasi tersebut akan diluncurkan oleh Bupati Bandung Dadang M Naser di Gedong Budaya Sabilulungan, Kamis (22/11/2018). Dalam aplikasi tersebut nantinya para wisatawan akan mendapatkan segala informasi tentang destinasi wisata di Kabupaten Bandung.

"Dalam aplikasi tersebut para wisatan akan mendapatkan informasi mengenai Sejarah Kabupaten Bandung. Fasilitas dan lokasi wisata, jadwal booking," ungkapnya.

Beri Kemudahan Liburan, Pemkab Bandung Luncurkan Aplikasi KhususFoto: Wisma Putra/detikTravel


Ia menjelaskan, selain memberikan pelayanan informasi wisata di Kabupaten Bandung melalui website, pihaknya juga akan melaunchingkan sms blast dan LBA Sistem.

"Sms blast, sms otomatis mengenai promosi Kawasan Wisata Sabilulungan. Sedangkan LBA Sistem, misalkan warga melintasi Kawasan Wisata Sabilulungan akan muncul primosi dari operator provider yang dikerjasamakan dengan kami," jelasnya.

Aplikasi itu diluncurkan, selain mengikuti perkembanga teknologi informasi pihaknya juga mengikuti teknologi 4.0 yang dimana informasi semakin mudah didapatkan oleh masyarakat salah satunya promosi pariwisata. "Kita mengikuti industri 4.0," ujarnya.

Warga dapat menyewa Gedong Sabilulungan untuk menggelar pertunjukan dan pameran di Bale Rame Sabilulungan. Swlain itu, warga juga mendapatkan wisata edukasi di Sciene Centre.

"Ada wisata 3D art galery, seperri yang di Setiabudhi Kota Bandung, cuman yang membedakan gambar nya bercerita tentang Permainan Tradisional, kita kenalkan kembali kepada anak-anak kita dan kita bernostalgia dengan kebudayaan jaman dulu, seperti main egrang, menganyam hilik, silat, wayang danlainnya," ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Disparbud Kabupaten Bandung Cecep Hendrawan mengatakan, pihaknya berharap mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Kawasan Wisata Sabilulungan. "Destinasi buatan di Kawasan Wisata Sabilulungan perlu di pasarkan dan dipromosikan, untuk mendapatkan pendapatan asli daerah," katanya.

Selama ini PAD dari Kawasan Wisata Sabilulungan hanya Rp 600 juta per tahun. Sedangkan untuk biaya operasional dari mulai gaji dan perawatan gedung setahun mencapau 1,2 miliar. Dengan pengembangan ini digarapkan dapat mendongkrak PAD.

"Kami berharap PAD meningkat menjadi Rp 2 miliar untuk jangka pendek. Untuk jangka menengahnya Rp 5 miliar," pungkasnya. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA