"Wajib mendukung dengan catatan para seniman, sanggar-sanggar harus terus berkreasi dan menjaga kualitas seni," kata Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel (ASITA) Ardana lewat pesan singkat, Kamis malam (22/11/2018).
Ardana menambahkan, selama ini pihak travel agen maupun pengusaha travel yang tergabung di ASITA selalu menambahkan atraksi budaya Bali di paket turnya. Sehingga dia memastikan seluruh turis atau wisatawan diajak untuk menyaksikan atraksi budaya Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, lewat Perda Atraksi Budaya sebagai Komoditas Daya Tarik Wisata para pengusaha pariwisata diwajbkan untuk mementaskan pertunjukan budaya dalam setiap kegiatannya.
Perda ini juga melarang pengusaha pariwisata mempertunjukkan atraksi budaya yang sakral di luar ruang maupun waktu yang seharusnya.
"Perda ini dalam batang tubuhnya menegaskan bahwa setiap pengusaha pariwisata wajib mementaskan atraksi budaya pada setiap penyelenggaraan dalam lingkup internasional, nasional, dan global, serta wajib memberikan biaya jasa berupa honorarium yang layak," ujar Ketua Pansus Raperda tentang Atraksi Budaya sebagai Komoditas Daya Tarik Wisata I Wayan Gunawan di DPRD Bali, Rabu (21/11). (rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru