Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 23 Nov 2018 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kini Masuk Museum Tsunami Aceh Akan Dikenakan Biaya

Agus Setyadi
detikTravel
Museum Tsunami di Banda Aceh (Agus Setyadi/detikTravel)
Museum Tsunami di Banda Aceh (Agus Setyadi/detikTravel)
Banda Aceh - Kini, traveler yang berkunjung ke Museum Tsunami Aceh akan dikenakan biaya masuk. Tarifnya bervariasi mulai Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu.

Pengutipan retribusi masuk ke Museum Tsunami Aceh diatur dalam Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2016. Dalam aturan tersebut disebutkan, tarif masuk yaitu Rp 2 ribu/orang untuk anak-anak, pelajar dan mahasiswa. Sedangkan orang dewasa dikenakan biaya Rp 3 ribu/orang dan turis asing Rp 10 ribu/orang.

Retribusi ini rencananya akan dikutip mulai Desember mendatang atau awal Januari 2019. Sosialiasi terkait retribusi sudah dilakukan dengan menempel spanduk pemberitahuan. Selama ini masuk ke Museum Tsunami Aceh memang tidak dipungut biaya alias gratis.

"Kita akan mengutip retribusi karena sudah diatur di dalam qanun. Kita juga sudah pernah ditegur inspektorat karena tidak mengutip retribusi sehingga berpotensi merugikan negara," kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Amiruddin dalam jumpa pers di Kantor Disbudpar, Jalan Teungku Chik Kuta Karang, Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Jumat (23/11/2018).

Disbudpar sebelumnya tidak memungut biaya masuk karena pengelolaan Museum Tsunami Aceh masih di bawah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tapi sekarang perjanjian kerjasamanya sudah berakhir.

"Kenapa dulu kita tidak mengutip, setelah kita kaji lebih jauh, kami tidak bisa mengutip karena aset di kita yang kelola justru pihak lain. Jadi tumpang tindih ini, aturan yang mengatakan demikian, sehingga kami tidak bisa mengutipnya," ucap Amiruddin.

Menurut Amiruddin, kondisi Museum Tsunami Aceh sekarang ini juga sudah tergolong memprihatinkan. Museum yang memenangkan penghargaan kunjungan terpopuler ini, beberapa bagiannya mengalami kerusakan.

Amiruddin merinci seperti atap mulai bolong-bolong, serta WC rusak. Tahun depan, Disbudpar Aceh mengganggarkan anggaran untuk memperbaiki fisik dan lantai museum.

"Tentunya harapan kami Museum Tsunami yang sekarang ini dapat penghargaan terpopuler kunjungan bisa kita tingkatkan ke arah yang lebih baik," ungkap Amiruddin.

Sementara itu, pengelola Museum Tsunami Aceh, Hafni, mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara setiap tahun berubah-ubah. Pada tahun 2016 pengunjung mencapai 712.000 orang, kemudian 2017 turun menjadi 706.000. Sedangkan pada 2018 hingga September, Museum Tsunami dikunjungi oleh 515.000 traveler.

"2018 akan meningkat lagi, itu baru perhitungan sampai bulan September," kata Hafni. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED