Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 24 Nov 2018 18:30 WIB

TRAVEL NEWS

Yuk! Kenalan Sama Budaya Desa Adat di Karangasem Festival

Salah satu peserta di Karangasem World Cultural Festival, Bali (Aditya/detikTravel)
Karangasem - Traveler yang lagi liburan di Bali bisa berkunjung ke Karangasem World Cultural Festival di Bali. Ada atraksi budaya desa adat nusantara hingga mancanegara.

Festival ini digelar 23-25 November 2018 di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Perjalanan dari Denpasar bisa ditempuh dengan mobil sekitar dua jam perjalanan. Hamparan sawah-sawah dan pemandangan Gunung Agung seolah menyambut traveler yang datang berkunjung ke desa ini.

Asal tahu saja, lokasi desa ini berada sekitar 10 Km dari Gunung Agung. Sehingga suhu di sini cukup sejuk. Traveler yang datang berkunjung bakal disambut dekorasi penjor dan miniatur gapura motif Bali.

Kain tenun yang jadi budaya Indonesia (Aditya/detikTravel)Kain tenun yang jadi budaya Indonesia (Aditya/detikTravel)
Yang unik dari festival ini yaitu masing-masing desa adat dari nusantara maupun mancanegara menyuguhkan pementasan khas daerahnya masing-masing. Mereka juga menjual produk-produk kerajinan maupun kreatifitas khas daerahnya.

Model pamerannya pun mengadopsi pasar ala Bali khas tempo dulu. Masing-masing delegasi menggelar produk mereka di balai-balai panjang.

Desa adat yang berpartisipasi dalam festival ini yaitu Karangasem, Mentawai, Kasepuhan Ciptagelar, Baduy, Kampung Naga, Rancakalong, Dayak, Sumba dan Flores.

Hadir juga budaya dari suku mancanegaraHadir juga budaya dari suku Maori, Selandia Baru (Aditya/detikTravel)
Tak hanya dari nusantara, masyarakat adat dari Maori-New Zealand, Aborigin-Australia, Khmu-Laos dan Jepang pun juga ikut unjuk kebolehan.

Rupanya mayoritas produk kerajinan masyarakat desa adat ini adalah tenun. Contohnya Desa Tenganan di Karangasem yang terkenal dengan tenun ikat gringsing, tenun endek Sidemen khas Karangasem, hingga tenun ikat khas Marapu di Sumba. Ada juga berbagai produk anyaman yang dibuat masyarakat Dayak dan praktik men-tato khas suku Maori di Selandia Baru.

Ada juga sesi diskusi (Aditya/detikTravel)Ada juga sesi diskusi (Aditya/detikTravel)
Selain pertunjukan budaya, ada juga sesi diskusi dari masing-masing desa adat. Mereka bercerita tentang aktifitas dan upaya mereka untuk melestarikan tradisi. Seperti Umba Karudi, pemahat batu megalitik asal Sumba yang bercerita tentang ukiran yang dia buat.

"Saya bisa mengukir karena warisan orang tua, ukiran yang saya buat tentang manusia pria dan wanita yang sedang menari, atau kerbau membajak sawah," kata Umba Karudi saat sesi diskusi, Sabtu (24/11/2018).

Traveler nggak akan kecewa deh berkunjung ke Karangasem Festival ini. Yuk, nikmati dan kenali seni budaya desa adat nusantara dan mancanegara. Mumpung di Bali. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA