Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 25 Nov 2018 21:45 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Turis Timor Leste Goyang Reggae di Perbatasan

Afif Farhan
detikTravel
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Festival perbatasan dinilai dapat memikat turis. Salah satunya, seperti di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Raja Reggae Indonesia, Ras Muhammad kembali tampil di wilayah Crossborder Indonesia. Bukan di Papua, tapi kali ini bergeser ke Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Lapangan Umum Kefamenanu Timor Tengah Utara (TTU), 23-24 November 2018.

"Ras Muhamad selalu tampil apik dan ciamik, saat tampil di Crossborder Skouw dan Keerom mampu membuat ribuan wisatawan mancanegara datang berduyun duyun untuk bergoyang reggae bersama. Kali ini kami geser ke NTT, penikmat reggae di sinipun menyambut dengan sangat antusias," kata Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh Ricky Fauziyani seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Minggu (25/11/2018).

Ras Muhamad mampu menyihir lima belas ribu masyarakat dan wisatawan mancanegera, khususnya dari Timor Leste yang sejak sore hari memenuhi Lapangan. Dalam festival yang dibuka langsung oleh Asisten 3 Administrasi Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Thaal, sebelas lagu hits dinyanyikan mulai dari Easy Skankin nitro, Peace in Liberia, Live up right, Farmerman, Satu rasa dan Lion Air.

Saat Turis Timor Leste Goyang Reggae di PerbatasanFoto: (dok Kemenpar)


Kemudian berturut-turut lagu berjudul Bambu Keras, Emansipasi, Musik reggae ini, Negeri Pelangi dan diakhiri dengan lagu salam membuat semua penonton berjingkrak mengikuti irama lagu. Mendung sepanjang hari dan diiringi hujan rintik-rintik tak membuat para beranjak dari lapangan.

"Kefa TTU sangat luar biasa. Mereka terlihat sangat enerjik bernyanyi dan berjingrak. Musik reggae ini bahasa universal yang mudah diterima oleh siapa saja," ungkap Ricky.

Ras Muhamad juga sangat pintar saat berada di atas stage, mampu berinteraksi dengan para fans-nya tersebut. Teriakan yang diikuti semua penonton pun sering didengungkan, juga salam pesona Indonesia yang langsung disambut dengan teriakan 'Wonderful', mampu membuat hangatnya suasana

Saat Turis Timor Leste Goyang Reggae di PerbatasanFoto: (dok Kemenpar)


Arus kunjungan wisman juga terkoreksi positif di hari terakhir. Secara keseluruhan, festival ini sudah menunjukan kapasitasnya sebagai tambang wisman Timor Leste.

"Total wistawan Timor Leste datang pada saat acara penyelenggaraan ini mencapai 1.164 wisman. Ini melebihi target kami," lanjutnya Ricky.

Sebelum Ras Muhamad tampil, Vicky Salamor juga tampil ciamik. Penyanyi pop asal Ambon ini mampu membuat turis Timor Leste bergoyang.

Sebelumnya, hari pertama penyelenggaraan festival Crossborder, Jumat (23/11) disajikan bazar dan lomba band lokal. Enam band lokal ikut serta, tampil sebagai juara Ilumia Band dari Kefamenanu yang mendapatkan kesempatan tampil dalam acara puncak bersama penampilan Ras Muhamad dan Vicky Salamor.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi gelaran ini. Baginya pariwisata perbatasan atau border tourism jumlahnya sangat besar di dunia. Ia mencontohkan negara-negara di Eropa yang jumlah kunjungan wisatawannya besar karena ditunjang dengan border tourism.

Seperti Perancis yang setiap tahunnya mencapai 80 juta atau Spanyol yang mencapai 85 juta wisatawan. Begitu juga dengan negara-negara kecil di Eropa yang memiliki jumlah wisatawan mencapai 10 juta karena ditopang oleh wisatawan perbatasan yang baik.

"Semoga Crossborder di Indonesia juga bisa terus memberikan kontribusi kepada kunjungan wisatawan. Potensi di NTT sangat menjanjikan. Musik reggae seperti ini sangat berpengaruh positif," jelasnya. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA