Kikinda adalah sebuah kota berpopulasi 38 ribu jiwa di Provinsi Vojvodina, Serbia. Jaraknya sekitar 136 km (2 jam perjalan darat) dari Belgrade, ibu kota Serbia.
Kopa Kikinda jadi rumah bagi burung hantu telinga panjang atau nama ilmiahnya Asio otus. Kikinda pun menarik ribuan wisatawan penyuka pengamatan burung dari seluruh dunia untuk datang dan mengamati populasi terbesar burung ini saat musim dingin tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikTravel dari Reuters, Selasa (27/11/2018), alasan penolakan ini disebabkan karena banyak orang yang menyebut bentuk patung ini lebih mirip penis daripada burung hantu. Banyak komentar miring pun bermunculan dan meminta agar patung ini diganti saja.
"Patung ini tidak berbentuk seperti burung hantu. Oh Tuhan, tolong selamatkan saya, siapapun yang menyetujui patung ini sungguh tidak punya mata," komentar salah seorang warga Kikinda.
"Sekarang semua orang bakal menertawakan Kikinda. Patung ini menggambarkan sesuatu yang sangat maskulin, tapi bukan burung hantu," imbuh warga lainnya.
Sang pembuat patung, Jovan Blat tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya atas patung tersebut. Tapi kepada media lokal Vecernje Novosti, Jovan siap untuk membuat patung baru yang bentuknya berbeda dari yang sudah dia buat.
Sementara itu, otoritas lokal yang bertanggung jawab atas patung ini menolak berkomentar. Zeljko Bodrozic, pemimpin redaksi salah satu koran lokal di Kikinda berpendapat, patung unik itu dibiarkan saja di sana.
"Dengan semua kehebohan tentang patung ini... biarkan saja dia jadi simbol kota ini," kata Zeljko.
Sementara itu, seorang birdwatcher bernama Dragan Simic mengaku tidak peduli dengan keberadaan patung burung hantu mirip penis itu. Bagaimanapun juga dia akan tetap datang ke Kikinda untuk pengamatan burung.
"Kikinda sekarang terkenal dengan burung hantunya ke seluruh penjuru Eropa, bahkan dunia. Para birdwatcher adalah turis yang loyal, kami akan tetap aktif di Kikinda," tutupnya.
(wsw/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh