Namun ketika traveling, banyak traveler yang sering kali mengalami masalah kesehatan seperti kesulitan buang air besar (BAB) atau sembelit.
"Sembelit biasanya terjadi ketika saluran pencernaan tidak berfungsi dengan normal, yaitu ketika seseorang buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu," ujar Sanofi Medical Expert, dr Riana Nirmala Wijaya dalam Dulcolax Press Conference di Eighty Nine Eatery, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara yang mengangkat tema "Traveling Aman, Perut Nyaman" ini, dr Riana juga menjelaskan masalah pencernaan tersebut disebabkan oleh beragam faktor. Salah satunya karena adanya perubahan pola BAB saat traveling akibat rasa letih hingga jetlag yang memicu perubahan gerakan usus.
"Traveling juga bisa memicu perubahan pola diet dan BAB. Itu biasanya juga karena stres, rasa letih, dan jetlag yang menyebabkan perubahan gerakan usus sehingga mudah menyebabkan sembelit. Akibatnya, seseorang akan merasakan rasa tidak tuntas saat BAB," sambungnya.
Bukan cuma itu, ia juga menjelaskan sembelit muncul karena kebiasaan menunda BAB. Terlebih saat traveling, traveler kerap kesulitan menemukan akses toilet. Kalau pun ada, lanjutnya, seseorang tetap memilih untuk menunda BAB karena merasa tidak nyaman jika harus menggunakan toilet umum.
Alhasil, momen traveling pun menjadi terganggu, apalagi karena adanya rasa tidak nyaman akibat kotoran yang menumpuk dalam usus. Bahkan, jika dibiarkan, sembelit juga bisa memicu masalah lain seperti BAB berdarah hingga sembelit kronis.
Untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat sembelit saat traveling, lanjut dr Riana, traveler bisa mengonsumsi obat pencahar seperti Dulcolax. Dengan Dulcolax, BAB akan lancar sehingga traveler bisa lebih menikmati kegiatan traveling yang dilakukan.
"Dulcolax adalah brand internasional yang sudah terpercaya lebih dari 60 tahun di seluruh dunia untuk solusi sembelit. Di Indonesia sendiri ini adalah penjualan terbesar untuk kategori obat pencahar yang artinya Dulcolax sudah dipercaya juga," ujar Senior Brand Manager Consumer Healthcare Sanofi Indonesia, Debi Widianti.
Ia juga mengatakan Dulcolax memiliki studi klinis yang lengkap, baik dari sisi keampuhannya untuk mengatasi sembelit maupun dari sisi keamanannya.
"Dulcolax cepat mengatasi sembelit dan memberikan rasa nyaman sehingga setiap orang dapat kembali melakukan aktivitasnya, terutama pada saat melakukan traveling jarak jauh sekalipun," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, selebriti sekaligus travel enthusiast, Mischa Chandrawinata menceritakan pengalamannya saat mengalami masalah sembelit selama sekitar 2 minggu saat ia traveling.
"Jadi waktu itu saya lagi suka jalan-jalan ke Bali dan sempat nggak BAB 2 minggu. Sempet mikir juga gara-gara apa, kok nggak mau keluar. Tapi di situ perut nggak terasa begah tapi makan masuk terus. Orang tua juga pernah menyarankan kalau traveling harus punya box sendiri khusus obat dan salah satunya yang aku selalu bawa itu Dulcolax," jelas Mischa.
(mul/ega)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah