Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Nov 2018 22:10 WIB

TRAVEL NEWS

Menggambarkan Kunjungan di Dapur Singapore Airlines

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
SATS Food, Gedung Inflight Catering Centre 1 (Masaul/detikTravel)
SATS Food, Gedung Inflight Catering Centre 1 (Masaul/detikTravel)
Singapura - Inilah tempat di mana Singapore Airlines memasak makanannya. Semua kebutuhan katering penerbangan yang berasal dari Singapura dimasak di sini.

detikTravel bersama rombongan media dari berbagai negara menyambangi Singapore Airlines Training Centre juga tempat kateringnya di Singapura. Perjalanan kami dari tanggal 15-16 November 2018 lalu.

Nama tempatnya adalah SATS Food, Gedung Inflight Catering Centre 1. Lokasinya masih di kawasan Bandara Changi, tepatnya di 20 Airport Boulevard.

Tak sembarang orang bisa masuk kawasan yang dijaga ketat ini. Begitu pula yang saya tulis hanya pengalaman melihat, karena kami tak diperbolehkan mengabadikan kegiatan yang berlangsung di dalamnya menggunakan kamera.

(Ahmad Masaul/detikTravel)(Ahmad Masaul/detikTravel)
Saat di dalam gedung itu, kami disambut oleh Food and Beverages Director SATS Antony McNeil. Ia menjelaskan terlebih dahulu tentang digandengnya Canyon Ranch untuk memenuhi kebutuhan katering di layanan terbaru mereka, yakni penerbangan non-stop terlama di dunia antara Singapura-New York, AS.

Menu Canyon Ranch yang detikTravel pesan adalah makanan halal. Singapore Airlines sebelumnya telah mengonfirmasi dan mereka pun menyediakannya juga ada pula menu non halal bagi penumpang non muslim.

Dalam menu Canyon Ranch ini, saya menjajal makanan pembuka hingga penutup untuk kelas bisnis Airbus A350-900ULR. Menunya antara lain, roasted beets with burrata sebagai pembuka, herb roasted chicken breast sebagai menu utama dan lavender flan yang berisi classic baked custard sebagai penutup.

Bagian kedua kunjungan di Gedung Inflight Catering Centre 1 dimulai. Saya hanya menggambarkan pengalaman berkeliling saja karena tak boleh membawa peralatan merekam atau lainnya.

(Ahmad Masaul/detikTravel)(Ahmad Masaul/detikTravel)
Cerita saat masih di Indonesia, kami di-briefing terkait hal di atas. Saat itu, kami harus mengisi pernah sakit apa saja, dan sedang sakit atau tidak, ditakutkan menular karena berkeliling di dalam dapur nantinya.

Oke lanjut, sebelum berkeliling kami harus memakai sejumlah pakaian pelindung. Ada masker, jas putih yang hampir menutupi seluruh badan, masker rambut dan penutup sepatu.

Selesai persiapan di atas, kami menuju ruangan pertama yakni di mana para pramugari Singapore Airlines belajar memasak. Mereka akan diajari cara dasar memasak di pesawat oleh SATS.

Setelah itu kami menuju ke ruangan seperti kabin dapur pesawat. Di ruangan yang sudah dikondisikan itu, para pakar akan menjajal makanan baru hingga minuman apakah layak untuk dikonsumsi penumpang.

(Ahmad Masaul/detikTravel)(Ahmad Masaul/detikTravel)
Ruangan ini memiliki pengaturan tekanan udara juga gravitasi seperti saat kita menaiki pesawat. Namun sayang, sekali lagi tak ada foto pelengkapnya.

Lokasi selanjutnya adalah menuju salah satu dapur terbesar di dunia. Sebelum masuk, setiap orang harus melalui ruang bertekanan udara, seperti ruang kipas angin, alirannya dari kanan, kiri dan atas.

Ruang dapur pertama adalah bagian masakan China dibikin. Ada pula pembuatan omlete menggunakan mesin di bagian ini.

Lalu ada pula bagian masakan Jepang, makanan halal, Timur Tengah, pengemasan buah hingga pengemasan makanan. Tak ada penjaga, SATS sudah menggunakan robot mengawasi pekerjanya di dapur Singapore Airlines.

Tiap hari ada puluhan ribu makanan dihasilkan Inflight Catering Centre 1 ini. Semua makanan disimpan melalui sistem komputer dan jika ada yang tidak beres atau rusak dari makanan tersebut, maka seluruh kumpulan makanan itu akan dibuang untuk menjaga higienitas makanannya. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA