Institut Mosintuvu, sebuah lembaga nirlaba di Kota Tentena, Poso, Sulawesi Tengah menggelar Festival Mosintuvu dari tanggal 3-5 Desember 2018. Festival ini menghadirkan ragam hasil bumi.
Terlihat seperti Pasar Rakyat yang dibuat di tepian Danau Poso nan indah. Adalah Lian Gogali, pegiat sosial perdamaian dan kawan-kawannya yang menggagas festival ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka membawa hasil bumi lokal, berupa sayur mayur hijau nan sehat, buah-buah ranum yang menggoda selera, juga rempah-rempah hasil budidaya petani setempat. Seru bukan?
Foto: (Jafar G Bua/detikTravel) |
"Festival ini akan berlangsung sampai Rabu, 5 Desember 2018 nanti. Setelah Karnaval dan Pasar Rakyat pada Senin malam nanti hingga Molimbu, makan bersama diiringi Kayori, sastra lisan rakyat Poso," sebut Lian.
Ada pula gelaran hasil kerajinan warga berupa tas wanita dan buah Kalide, dalam bahasa setempat untuk sejenis buah semak yang bolong tengahnya. Ada juga Vuya, kain kulit kayu dari Lembah Bada, Poso.
"Ini hasil buah tangan masyarakat di Lembah Bada. Memanfaatkan tetumbuhan dari alam yang disediakan Tuhan untuk kita," kata Viktor Agus Tahama.
Tak berhenti di situ, dalam festival ini akan diramaikan pula dengan Diskusi Kampung terkait Sesar Palu Koro. Ada pula Lokakarya Kopi, pembuatan film dan lain-lain.
Foto: (Jafar G Bua/detikTravel) |












































Foto: (Jafar G Bua/detikTravel)
Foto: (Jafar G Bua/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh