Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Des 2018 21:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Dilakukan Tahun Depan?

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: Komodo di Pulau Komodo (Afif/detikTravel)
Foto: Komodo di Pulau Komodo (Afif/detikTravel)

FOKUS BERITA

Polemik Tiket Komodo
Kupang - Gubernur NTT, Viktor Laiskodat bersikeras ingin menaikkan biaya tiket masuk ke TN Komodo. Menurut Kadispar NTT, wacana itu akan dilakukan tahun depan.

Hal itu pun diungkapkan oleh Kadispar NTT, Marius Ardu Jelamu usai acara Angkasa Pura I yang bertajuk Collaborative Destination Development Explore the Amazing Destination at East Nusa Tenggara, Aston Kupang, Selasa (11/12/2018). Tengah dibicarakan dengan KemenLHK, Marius menyebut kalau wacana itu akan coba diimplementasikan tahun 2019 mendatang.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat ingin menaikkan biaya tiket masuk ke TN Komodo untuk turis nasional sebesar 100 USD dan 500 USD untuk turis asing. Hal itu pun menimbulkan polemik oleh sejumlah pihak.

"Ini sudah direncanakan dengan KLH mudah-mudahan secepatnya ya. Enam bulan ke depan. Moga-moga kita harap secepat itu dan bu Menteri LHK dan jajarannya bisa segera memutuskan bagaimana," ujar Marius.

Apabila Pemprov NTT ingin segera menaikkan biaya masuk ke TN Komodo, lantas bagaimana dengan taman nasional lain di wilayah NTT? Menjawab kemungkinan itu, Marius mengatakan kalau pihaknya masih melalukan evaluasi. TN Komodo akan menjadi percontohan.

"Tentu dalam perjalanannya kita kan mengevaluasi ya ke depannya, tapi tahap pertama Taman Nasional Komodo dulu," pungkas Marius.

BACA JUGA: Orang Labuan Bajo: Kami Tidak Setuju Tiket Masuk Komodo USD 500

Menyikapi polemik kenaikan biaya masuk TN Komodo yang kian santer, Marius pun melihat kebijakan Gubernur Viktor dari sisi yang positif sebagai bentuk apresiasi akan kekayaan alam budaya NTT. Apabila dibandingkan dengan harga serupa di negara lain, tarifnya masih lebih murah.

"Saya kira pesan yang paling kuat dari apa kebijakan baru pak Gubernur itu adalah apresiasi kita terhadap sebuah keunikan destinasi wisata. Coba kita kelilingi dunia, begitu mahalnya," tutup Marius. (rdy/aff)

FOKUS BERITA

Polemik Tiket Komodo
BERITA TERKAIT
BACA JUGA