Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Des 2018 22:45 WIB

TRAVEL NEWS

Jangan Ngaku Pernah ke Toraja Jika Belum ke Makam Gua Londa

Tia Reisha
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Ada rencana liburan ke Toraja? Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat menginjakkan kaki di tanah daerah tersebut yaitu makam Gua Londa. Orang Toraja bilang, jika belum ke makam Londa maka belum ke Toraja.

Destinasi yang berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi ini menawarkan sensasi yang berbeda karena objek wisatanya yang tak lazim. Mengunjungi makam di dalam gua yang berlokasikan sekitar 7 kilometer arah Selatan Kota Rantepao ini berbeda dengan makam pada umumnya. Tradisi orang Toraja yang bertahan hingga ratusan tahun, membuat makam di Londa menjadi unik dan layak dikunjungi.

"Ini merupakan sebuah keunikan tradisi masyarakat Toraja. Keunikan tradisi ini menempatkan Toraja sebagai destinasi wisata budaya seperti halnya Bali. Bahkan Toraja memiliki market utama wisatawan asal Eropa. Ini menjadi bukti betapa menariknya Toraja. Ada banyak spot yang bisa dikunjungi, seperti Makam Gua Londa ini," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/12/2018).

Untuk mencapai Londa, dapat menggunakan kendaraan umum baik mobil, motor sewaan, ataupun ojek. Harga tiketnya pun terjangau. Wisatawan cukup membayar tiket Rp 10 ribu saja untuk bisa menikmati Makam Londa.

Setibanya di sana, wisatawan akan disambut dengan sebuah gapura selamat datang di Londa. Sebelum memasuki gua, jangan lupa membawa penerang untuk masuk ke gua alam Londa. Namun, jika tidak memilikinya, di sana terdapat banyak pemandu yang akan membawa petromaks dan menemani perjalanan wisatawan.

Harga sewa petromaks pun cukup terjangkau, wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp 50 ribu. Jika perjalanan dirasa menyenangkan, wisatawan bisa memberikan tips sesuka hati kepada pemandunya.


Sebelum mencapai tebing batu yang lumayan tinggi, wisatawan harus menuruni sejumlah anak tangga. Di tebing batu itulah tersimpan gua alam yang dipenuhi labirin dengan stalagtit dan stalagmitnya.

Sesampainya di depan tebing batu, terdapat erong (peti mati) yang diletakkan di celah-celah batu. Di sana akan terlihat beberapa erong yang nampak digantung di batu. Posisi erong sendiri tidak bisa sembarangan loh. Pasalnya posisinya menunjukkan strata sosial dari orang yang dimakamkan. Semakin tinggi posisi erong semakin tinggi strata sosialnya.

"Dahulu, erong memang digantung untuk menghindari binatang buas dan pencurian. Karena di dalam erong ikut disertakan barang-barang berharga milik yang meninggal," ungkap Rian Malino, salah satu pemandu di Pemakaman Londa.

Di tebing Londa itu juga ada beberapa erong yang diletakkan di lokasi yang lumayan tinggi. Menurut Rian, erong itu milik keluarga bangsawan, sehingga harus berada lebih tinggi dari yang lain.

Sebuah lubang batu yang mirip etalase, diletakkan berjajar tao-tao, yaitu patung kayu yang dipahat semirip mungkin dengan orang yang meninggal. Satu patung mewakili satu orang, dan didandani sesuai dengan strata sosialnya sewaktu masih hidup.

Beberapa tengkorak dan tulang belulang sudah diatur di celah-celah gua. Tengkorak dan tulang belulang itu jatuh saat erong rusak akibat dimakan usia.

"Untuk memindahkan tengkorak dan tulang belulang juga tidak sembarang. harus ada upacaranya dan seizin keluarga yang meninggal. Begitu juga untuk meletakkan kembali tengkorak dan tulang belulang ke dalam erong, harus dilaksanakan upacara adat yang biayanya sangat besar. Ya seperti pesta pemakaman. Makanya banyak tengkorak yang dibiarkan tergeletak" ungkap Rian.


Menelusuri gua makam ini, Anda perlu berhati-hati di beberapa bagian, ketinggian gua hanya sekitar 1 meter, sehingga perlu berjalan membungkuk. Kondisi gua yang dingin juga menambah aura mistis destinasi ini. Meski begitu tidak ada bau menyengat yang keluar dari mayat di dalam gua.

"Namun perjalanan menelusuri gua makam Londa tentulah merupakan sebuah pengalaman yang tak akan didapatkan di tempat lain. Apalagi kekayaan budaya ini didukung juga oleh keindahan alamnya yang luar biasa," papar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani.

Jalan yang mendaki lumayan menguras tenaga, namun jangan khawatir tersedia beberapa gazebo bagi wisatawan yang ingin beristirahat. Dari gazebo itu, tebing batu dan gua alam terlihat secara keseluruhan. Jika sudah cukup beristirahat, wisatawan dapat mampir ke kios-kios yang menjual berbagai souvenir.

Cindera mata yang disediakan pun cukup beragam, mulai dari miniatur tao-tao, ukiran dan pahatan ornamen Toraja, tas, selempang, kalung hingga ke kain tenun Toraja.

Amenitasnya juga lengkap, di kompleks pintu masuk ini juga tersedia warung makan. Untuk akomodasi penginapan, di Toraja tersedia cukup banyak penginapan dan hotel dengan fasilitas yang mumpuni.

"Toraja adalah sebuah destinasi wisata yang menawarkan keindahan panorama alamnya yang memesona dan tradisi serta budayanya yang tidak kalah menariknya. Pastikan, Toraja menjadi salah satu destinasi yang Anda akan tuju mengisi liburan Anda," ungkap Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani. (prf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA