Wisatawan Mancanegara Batal ke Indonesia Karena Bencana

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisatawan Mancanegara Batal ke Indonesia Karena Bencana

Angling Adhitya Purbaya - detikTravel
Jumat, 04 Jan 2019 17:55 WIB
Wisatawan Mancanegara Batal ke Indonesia Karena Bencana
Menpar Arief Yahya di Semarang (Angling/detikTravel)
Semarang - Bencana alam dengan skala besar yang terjadi di Indonesia berpengaruh pada kunjungan wisman. Jumlah yang paling terpengaruh yaitu wisatawan dari China.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya disela kunjungannya di Grand Maerokoco Semarang. Sejak pertengahan tahun 2018 terjadi bencana besar sebanyak 3 kali yaitu gempa Lombok, Palu, dan terakhir tsunami dk Selat Sunda.

"Bencana mempengaruhi. Ada 3 bencana besar dan impact-nya 1 juta wisman (wisatawan mancanegara) tidak jadi datang," kata Arief, Jumat (4/1/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 Arief Yahya disela kunjungannya di Grand Maerokoco Semarang Arief Yahya di sela kunjungannya di Grand Maerokoco Semarang (Angling/detikTravel)
Meskipun bencana terjadi di daerah yang bukan rujukan utama wisatawan mancanegara, menurut Arief tetap berpengaruh karena tergeneralisasi karena masuk wilayah Indonesia. Bahkan dampaknya terjadi satu hari setelah bencana terjadi.

"Di Palu bukan destinasi utama tapi orang luar negeri tahu, tahunya gempa dan tsunami di Indonesia," ujarnya.

BACA JUGA: Malam Tahun Baru, 16.152 Turis Asing Kunjungi Bali

Travel advice yang dikeluarkan oleh beberapa negara pasca bencana di Indonesia memang berpengaruh. Terutama peringatan yang dikeluarkan China yang mempengaruhi jumlah wisatawan dari Negeri Tirai Bambu itu.

"Travel warning banyak berpengaruh dari China, dulu China urutan 1 (terbanyak) sekarang 5, sekarang nomor satunya Malaysia," jelas Arief.

Untuk memulihkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, lanjut Arief, setidaknya membutuhkan waktu 6 bulan untuk pemulihan.

"Berarti kalau untuk Lombok akan pulih 6 bulan, Maret besok akan normal," tutupnya. (rdy/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads