Mungkin di antara traveler ada yang hobi memotret human interest atau potret keseharian masyarakat saat traveling. Sah saja, tapi mungkin akan sedikit sulit apabila Anda traveling ke Korea Selatan.
Diketahui, masyarakat Korea Selatan sangat menjunjung tinggi privasi individu. Hal itu pun dijelaskan oleh pemandu lokal kami, Eonni Daemi saat detikTravel berkunjung ke sana beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menceritakan, kalau orang Korea Selatan cukup tertutup dan tidak terlalu suka tampil di media sosial. Kabarnya, warganet di Korea Selatan cukup 'keras.' Barangsiapa yang tidak kuat, bisa depresi sampai bunuh diri.
"Kalau orang di sini sudah depresi, mereka bisa sampai bunuh diri," ujar Eonni Daemi.
Menurut data dari situs World Population Review, Korea Selatan masuk peringkat keempat negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Perbandingannya, sekitar 26,9 ribu dari 100 ribu orang mati dengan cara bunuh diri.
Fakta menarik lain soal tingginya privasi di Korea Selatan juga dapat diamati lewat tayangan berita di saluran televisi mereka. Selain subjek yang disorot, wajah masyarakat yang ada di sekitarnya selalu dibuat blur. Tujuannya adalah untuk melindungi identitas orang awam yang tidak berkepentingan. Lain halnya di Indonesia, di mana efek blur hadir untuk menutupi aurat.
Jadi, apabila ingin memotret di Korea Selatan usahakan Anda telah meminta izin dari subjek yang ingin difoto. Memotret dari jauh pun tak apa, selama tidak terlalu menyorot satu subjek tertentu. Salah-salah, kamu bisa kena tegur atau omel. (bnl/fay)










































