Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Jan 2019 14:05 WIB

TRAVEL NEWS

Terkait Cuaca, Kemenpar Imbau Wisatawan Hati-hati Saat Naik Gunung

Afif Farhan
detikTravel
Pendaki gunung di Semeru (dian-koernia/dTraveler)
Pendaki gunung di Semeru (dian-koernia/d'Traveler)
Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengimbau wisatawan untuk berhati-hati saat naik gunung. Khususnya di awal tahun ini, karena cuaca yang tidak bersahabat.

Curah hujan yang tinggi ditambah angin kencang membuat suhu di permukaan yang lebih tinggi tentu lebih dingin, termasuk di atas gunung dan jalur pendakian. Sehingga membuat hipotermia menjadi salah satu hal yang bisa menimpa pendaki.

Berdasarkan laporan yang diterima Tim TCC (Tourism Crisis Center) Kemenpar, beberapa wisatawan minat khusus mengalami hipotermia di beberapa gunung yang menjadi favorit wisatawan mendaki, seperti di Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Selain hipotermia, jalur pendakian yang licin juga bisa menjadi salah satu tantangan saat melakukan pendakian di cuaca ekstrem.

"Tentunya kami mengimbau kepada para wisatawan minat khusus atau pendaki untuk berhati-hati dan lebih memperhatikan peraturan yang dikeluarkan pengelola sejumlah lokasi pendakian di Indonesia," terang Guntur Sakti selaku Ketua Tim TCC (Tourism Crisis Center) Kemenpar, seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Rabu (9/1/2019).

BACA JUGA: Awal Tahun 2019, Banyak Pendaki Gunung Kena Hipotermia

Menurut Guntur, memperhatikan secara penuh arahan pemandu menjadi hal utama yang harus dilakukan wisatawan minat khusus. Selain itu, pendaki baiknya juga melakukan persiapan yang baik dan matang atas segala kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan pendakian. Mulai dari logistik, peralatan dan perlengkapan mendaki.

"Juga perhatikan karakter jalur dan trek jalur pendakian yang akan didaki," ujar Guntur.

Namun hingga saat ini Guntur memastikan tidak ada wisatawan minat khusus yang mengalami kendala serius. Kemenpar melalui Tim TCC Kemenpar juga akan terus melakukan monitor lokasi-lokasi pendakian yang jadi favorit wisatawan.

"Tentunya kami juga terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait lainnya untuk sama-sama memantau perkembangan jalur pendakian di Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia memiliki daya tarik wisata alam yang sangat tinggi. Keindahan puncak gunung serta lanskap yang ada di bawahnya selalu menarik wisatawan baik nusantara ataupun mancanegara untuk berkunjung," ujar Guntur Sakti.

BACA JUGA: Hai Para Pendaki, Ini yang Harus Kamu Tahu Tentang Hipotermia

Sejumlah Balai Taman Nasional yang mengelola jalur pendakian di Indonesia juga sudah mengeluarkan edaran. Mulai dari waspada cuaca ekstrem ataupun penutupan terkait pemulihan ekosistem dengan tenggat waktu yang berbeda.

"Diharapkan wisatawan atau pendaki untuk mematuhi peratuan tersebut," kata Guntur.

Terkait Cuaca, Kemenpar Imbau Wisatawan Hati-hati Saat Naik GunungFoto: (Gede Leo/d'Traveler)


Saat ini tercatat, lima gunung ditutup untuk aktivitas pendakian. Seperti Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditutup mulai Minggu (30/12/2018) hingga waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat yang ditutup selama tiga bulan, mulai tanggal 1 januari 2019 sampai 31 maret 2019.

Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup mulai Selasa (1/1/2019) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian Gunung Prau, Jawa Tengah, akan ditutup selama tiga bulan, mulai dari 6 Januari hingga 5 April 2019.

Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur ditutup secara total mulai 3 Januari 2019 sampai dengan pemberitahuan selanjutnya. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED