Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Jan 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Gara-gara Perburuan Rusa, Haruskah TN Komodo Sampai Ditutup?

Afif Farhan
detikTravel
Komodo di Taman Nasional Komodo (Afif/detikTravel)
Jakarta - Salah satu alasan penutupan Taman Nasional (TN) Komodo adalah populasi rusa sebagai makanan komodo menurun. Ini tanggapan dari peneliti komodo.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat rencananya akan menutup Taman Nasional Komodo selama 1 tahun. Didasari oleh kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo. Soal berkurangnya rusa, salah satu sebabnya karena perburuan ilegal.

BACA JUGA: Taman Nasional Komodo Mau Ditutup, Pelaku Wisata Protes

detikTravel mewawancarai Deni Purwandana, Koordinator Yayasan Komodo Survival Program yang menjadi mitra dari Balai TN Komodo tentang penelitian populasi dan habitat Si Naga Purba tersebut. Menurutnya, populasi rusa yang jadi salah satu makanan komodo tidak menurun.

"Kami tidak melihat penurunan populasi rusa di Pulau Komodo. Untuk di Pulau Rinca, ada sedikit kecenderungan penurunan populasi rusa, tapi makanan komodo juga tidak hanya bergantung pada rusa. Ada kerbau dan babi hutan," katanya kepada detikTravel, Rabu (23/1/2019).

Deni juga menyinggung soal perburuan rusa. Menurutnya, soal keamanan harus lebih dijaga dari para pemburu ilegal. Terutama, di wilayah-wilayah yang aksesnya sulit dijangkau.

"Soal perburuan rusa itu harus diperhatikan lebih intensif, karena mungkin saja perburuan terjadi di daerah yang sulit dijangkau seperti di bagian barat Pulau Komodo," terang Deni.

Aparat mengecek lokasi pemburuan rusa di Pulau KomodoAparat mengecek lokasi pemburuan rusa di Pulau Komodo (dok. istimewa)


Selain itu, ada banyak faktor yang membuat populasi rusa menurun. Bisa saja area padang rumput yang jadi habitat rusa menurun dan lain sebagainya.

"Kita harus butuh lebih banyak data untuk meneliti populasi rusa, melalui pendekatan multi disiplin. Seperti memakai citra satelit dari tahun ke tahun untuk melihat padang rumput yang jadi area makannya rusa dan lain-lain. Benar-benar harus dikaji lebih dalam," ungkap Deni.

Hingga kini, wacana penutupan TN Komodo masih sebatas wacana. Belum ada keputusan dan pemberitahuan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).



Saksikan juga video 'Wacana Tiket TN Komodo Naik, Kadispar NTT: Harga Saat Ini Rendah':

[Gambas:Video 20detik]


Gara-gara Perburuan Rusa, Haruskah TN Komodo Sampai Ditutup?



(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA