Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Jan 2019 08:20 WIB

TRAVEL NEWS

Berapa Sih Pendapatan Taman Nasional Komodo Tiap Tahun?

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: (Afif Farhan/detikTravel)
Foto: (Afif Farhan/detikTravel)
Jakarta - Sebelum wacana penutupan TN Komodo setahun, Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga menginginkan kenaikan tarif masuk. Berapa sih pendapatannya?

Polemik penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat terus bergulir. Wacana itu pun jadi dilema, mengingat besarnya pendapatan negara dari wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo tiap tahunnya.

Berdasarkan siaran pers dari KLHK yang diterima detikTravel, Jumat (25/1/2019), pihaknya buka-bukaan seputar pendapatan TN Komodo selama setahun. Hitungan ini pun dilakukan dengan tolak ukur harga tarif biasa untuk masuk ke TN Komodo.

"Dengan tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 150.000 dan wisatawan Nusantara sebesar Rp 5.000, berdasarkan PP No 12 tahun 2014 tentang Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maka penerimaan pungutan yang disetor oleh Balai TN Komodo kepada kas negara adalah: tahun 2014 (Rp 5,4 miliar), tahun 2015 (Rp 19,20 miliar), tahun 2016 (Rp 22,80 miliar), tahun 2017 (Rp 29,10 miliar), dan tahun 2018 (Rp 33,16 miliar)," demikian pernyataan KLHK.

Seperti diketahui, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Lasikodat berwacana untuk menaikkan harga tiket masuk ke TN Komodo sebesar USD 100 untuk wisnus dan USD 500 untuk wisman. Namun, masih sebatas wacana.

Hanya perlu diketahui, TN Komodo tak sebatas reptil langka. Ada banyak spot diving dan snorkeling yang bisa disambangi, di luar komodo di Pulau Komodo atau Rinca.

"Selain Komodo sebagai salah satu daya tarik pengunjung yang sebagian besar merupakan wisatawan mancanegara, saat ini terdapat 42 diving and snorkeling spot yang juga menjadi daya tarik kunjungan. Tren jumlah pengunjung terus meningkat, pada tahun 2014 (80.626 orang), tahun 2015 (95.410 orang), tahun 2016 (107.711 orang), tahun 2017 (125.069 orang) dan tahun 2018 (159.217 orang)," begitu bunyi pernyataan resmi KLHK.

Oleh sebab itu, wacana perubahan tarif masuk dan penutupan TN Komodo jadi kabar buruk bagi banyak orang. Khusunya para pelaku wisata.


(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED