Sopir Taksi Konvensional di Aceh Bantah Sergap Wisatawan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sopir Taksi Konvensional di Aceh Bantah Sergap Wisatawan

Agus Setyadi - detikTravel
Sabtu, 26 Jan 2019 12:40 WIB
Sopir Taksi Konvensional di Aceh Bantah Sergap Wisatawan
Foto: Video viral wisatawan di Aceh (Instagram/tercyduck.aceh)
Aceh - Video curhat dua wisatawan yang mengaku disergap gegara memesan taksi online viral di media sosial. Sopir taksi konvensional membantah melakukan penyergapan.

"Tidak benar pengakuan mereka itu. Waktu itu kami hanya mengarahkan mereka untuk keluar pelabuhan (seandainya memesan taksi online)," kata Syamsul, seorang sopir taksi konvensional yang mangkal di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, saat dimintai konfirmasinya, Sabtu (26/1/2019).

Syamsul mengaku melihat dari jauh saat kedua wisatawan itu didatangi sopir taksi konvensional. Para sopir itu mengarahkan kedua turis itu memesan taksi online di luar pelabuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang sesuai kesepakatan taksi online tidak boleh mengambil penumpang di dalam pelabuhan. Di pagar masuk pelabuhan sebelumnya pernah dipasang spanduk larangan taksi online mengambil penumpang.

"Karena kesepakatannya memang begitu. Harus di luar memang ( jika memesan taksi online). Selama ini orang yang mau pesan juga mereka keluar untuk order," jelas Syamsul.

View this post on Instagram

TURIS DARI SABANG KENA SERGAP OKNUM TAKSI GARA-GARA PESAN TAKSI ONLINE DI PELABUHAN ULELHEU. . Sekelompok turis yang baru saja tiba di Banda Aceh dari Sabang mendadak di sergap bagai maling oleh oknum taksi yang berada di pelabuhan Ulelheu Banda Aceh kamis (24/1) sore. . Mereka mengeluhkan aksi tersebut, karena menurut mereka memesan taksi online ongkos yang dibayarkan jelas tanpa ribet dan juga lebih praktis karena tidak perlu nego. Para wisatawan ini menyayangkan aksi oknum tersebut yang memperlakukan mereka bagai maling, karena langsung disergap oleh beberapa oknum taksi di pelabuhan. . Mereka juga berpesan kepada pemko dan dinas terkait, seharusnya tidak terjadi hal seperti itu di kawasan wisata, karena hal itu akan mengganggu kegiatan pariwisata di daerah ini. . Terima kasih tidak berkata kasar dan menghujat di kolom komentar akun @tercyduck.aceh. . Sumber citizen mencyduck

A post shared by Tercyduck Aceh Official (@tercyduck.aceh) on Jan 24, 2019 at 9:50am PST



"Jadi kalau kami katanya (kami) menghadang itu tidak benar," ungkap Syamsul.

Menurut Syamsul, sopir taksi konvensional selama ini tidak pernah memaksa penumpang naik mobil mereka.

"Mungkin biasa rebutan sewa, tapi kalau penumpang tidak mau naik taksi biasa ya sudah. Selama ini kami tidak pernah paksa atau hadang-hadang," ujar Syamsul.



Sementara Kadisbudpar Kota Banda Aceh Rizha Idris mengaku terkejut saat mengetahui adanya wisatawan yang mengaku disergap. Disbudpar akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membahas masalah ini.

"Selama ini wisatawan di Banda Aceh sangat aman. Tiba-tiba kok, saya juga terkejut tadi ada yang telepon saya kan. Terkejut juga saya apa-apaan ini," kata Kadisbudpar Kota Banda Aceh Rizha Idris saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (25/1/2019).



"Makanya saya bilang saya koordinasi dulu dengan Kadis Perhubungan Banda Aceh. Ini kan hal yang sudah urgen yang harus kita koordinasikan," jelas Rizha.

Seperti diketahui, video berisi curhatan dua wisatawan yang mengaku disergap gara-gara memesan taksi online viral di media sosial. Kejadian itu disebut terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh pada Kamis (24/1).

"Saya pesan dari aplikasinya dan ketika kita keluar untuk dijemput kita disergap oleh beberapa orang, tidak bisa pergi. (Disergap) seperti maling dan panjang lebar dibilang oh ini aturan. Ini, ini," kata perempuan tersebut memulai curhatannya. (wsw/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads