Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 26 Jan 2019 23:10 WIB

TRAVEL NEWS

Mereka Menamakan Diri: Klub Penjelajah Dunia yang Rahasia

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
The Explorers Club (Mike MacEacheran/BBC Travel)
New York - Klub penjelajah ini sudah menjadi inspirator para tokoh dunia. Siapakah mereka dan bagaimana pergerakannya?

Melansir BBC Travel, Sabtu (26/1/2019), inilah The Explorers Club. Mereka telah menginspirasi para petualang hingga astronot selama lebih dari seabad juga sekarang berkembang untuk menginspirasi setiap orang.

Lokasi berkumpul The Explorers Club ada di sebuah rumah beralamat East 70th Street, Upper East Side, New York, Amerika Serikat. Sebuah rumah besar berlantai enam yang berusia 109 tahun ini perpaduan arsitektur Jacobean Renaissance dan Tudor.

The Explorers Club memang kurang dikenal. Namun daftar anggotanya adalah orang-orang terhormat termasuk Edmund Hillary dan Tenzing Norgay yang pertama kali menjuluki Gunung Everest, penerbang Charles Lindbergh yang melakukan penerbangan pesawat transatlantik solo pertama pada tahun 1927, penjelajah Norwegia Thor Heyerdahl yang mengarungi perairan dengan rakit buatan tangannya, Kon-Tiki dari Peru ke Polinesia, pilot terkenal Amelia Earhart yang menghilang di Pasifik.

Tak sampai di situ, ada pula astronot Apollo termasuk Buzz Aldrin dan Neil Armstrong yang pertama menginjakkan kaki di bulan, ahli paleoantropologi Inggris Mary Leakey yang menemukan 15 spesies hewan baru, CEO Amazon Jeff Bezos, Sutradara film Titanic dan penjelajah laut dalam James Cameron dan ahli primata Dame Jane Goodall yang dianggap sebagai pakar simpanse terkemuka di dunia. Tentunya daftar ini amat membingungkan juga mengejutkan.

Formulir anggota The Explorers Club (Mike MacEacheran/BBC Travel)Formulir anggota The Explorers Club (Mike MacEacheran/BBC Travel)
Presiden klub Richard Wiese ingat pertama kali bergabung ke klub pada pertengahan 1980-an. Ia duduk di sebuah meja yang pernah dimiliki oleh mantan anggota dan presiden AS Theodore Roosevelt.

The Explorers Club memiliki 3.500 anggota, tersebar di 32 titik global. Kini, keanggotaannya sebagian besar diisi oleh ahli kelautan, lepidopterologis, primatologis dan konservasionis.

Markas The Explorers Club, Townhouse (Mike MacEacheran/BBC Travel)Markas The Explorers Club, Townhouse (Mike MacEacheran/BBC Travel)
Satu contoh penjelajahannya, musim panas yang lalu, sekelompok paleontolognya berada di Gurun Gobi Mongolia mencari fosil dinosaurus menggunakan pemindai drone. Dan menemukan lusinan fosil.

Markas The Explorers Club, Townhouse memiliki arsitektur yang menarik. Ada balok kayu yang diambil dari HMS Daedalus (kapal perang fregat 1826).

Langit-langitnya dibeli dari biara Italia abad ke-15 ditambah jendela-jendela kaca patri asli bertatahkan mawar Tudor dari Kastil Windsor di Inggris. Pengunjung yang datang dapat melihat kepala cheetah dan singa dari ekspedisi Smithsonian, kulit kepala yeti dari Tibet, tulisan edisi pertama deskripsi Napoleon tentang Mesir, gading mamut Alaska, kepala rusa dan boneka penguin, pelt dari harimau betina Nepal hingga koleksi gading dari gajah dengan ujung empat, anomali genetik langka dari Kongo.

Anggotanya pun ada pula para penjelajah 'gila'. Penjelajah Denmark bernama Peter Freuchen, mengenakan mantel dari beruang kutub yang dibunuhnya dan pernah mengamputasi kaki mereka sendiri.

Petualangan para anggota diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi yang menggetahuinya. Kamu yang berjiwa petualang pasti tertarik bukan dan per kunjungan dikenakan biaya USD 25 atau Rp 354 ribu? (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA