Pengunjung Pantai Lamtong, di Desa Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh masih membuang sampah sembarangan. Beragam sampah mulai dari sedotan hingga popok bayi ditemukan di lokasi wisata baru tersebut.
Aksi bersih-bersih pantai yang kerap dikunjungi traveler pada sore hari ini dilakukan anggota Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Banda Aceh. Mereka memungut sampah untuk kemudian dimasukkan dalam plastik hitam berukuran besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memukan banyak sampah yang sengaja dibuang dicelah-celah batu-batu pemecah ombak di kawasan itu, seperti botol plastik, sedotan, plastik kresek, dan pampers. Ini sangat menganggu kenyamanan pengunjung," kata Ketua DPC HPI Kota Banda Aceh, Siti Jihadun Nufus dalam keterangan tertulis kepada detikTravel, Sabtu (9/2/2019).
Menurutnya, kepedulian para pengunjung terhadap kebersihan di objek wisata itu masih sangat kurang. Padahal masyarakat setempat sudah menyediakan tong sampah di lokasi wisata tersebut.
"Sampah yang kami kumpulkan mencapai 20 kantong plastik besar, ini menjadi bukti kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih sangat kurang," jelas Jihan.
BACA JUGA: Liburan ke Banda Aceh, Jangan Takut Hukum Syariat Islam
Jihan menilai, kebersihan sangat penting dalam sektor pariwisata, karena apabila lokasi wisata terkesan jorok wisatawan enggan berkunjung. Dia meminta pengunjung tidak lagi membuang sampah sembarangan.
"Kami meminta tolong mohon dijaga kebersihan objek wisata, karena kalau bukan kita siapa lagi. Kalau kebetulan menemukan sampah di tempat wisata tolong dibawa sampahnya, dan buang ketika sudah menemukan tempat sampah," ujarnya.
Foto: (dok DPC HPI) |
"Di lokasi kami tidak melihat adanya tong sampah yang layak, dan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kota, dinas terkait bisa menyediakan tong sampah di lokasi wisata itu," ucap Jihan.
Aksi bersih-bersih pantai yang digelar DPC HPI juga dibantu masyarakat setempat, serta beberapa pengunjung. Kegiatan ini, jelas Jihan, bentuk kepedulian para pemandu wisata untuk kebersihan pantai.
"Kegiatan ini bentuk kepedulian kami terhadap objek wisata yang ada di Kota Banda Aceh, dan ini juga menjadi tanggung jawab kami selaku pemandu wisata," katanya.
Simak Juga 'Lucunya Tukik-tukik Berlari ke Lautan Aceh':












































Foto: (dok DPC HPI)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama