Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Feb 2019 15:20 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Bandara Kualanamu Gantikan 'Kakak' yang Sudah Berusia 85 Tahun

Robi Setiawan
detikTravel
Bandara Kualanamu/ Foto: Eduardo Simorangkir
Bandara Kualanamu/ Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Bandar Udara (Bandara) Internasional Kualanamu adalah bandara kebanggaan masyarakat Provinsi Sumatera Utara. Bandara ini sebelumnya adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno Hatta, namun posisinya digeser Bandara Kertajati yang belum lama ini diresmikan.

Dilansir dari berbagai sumber, awal mula pembangunan Bandara Kualanamu ini tujuannya adalah menggantikan Bandara Polonia yang usianya sudah lebih dari 85 tahun. Namun bukan itu saja, Bandara Polonia juga dianggap terlalu dekat dengan permukiman sehingga kapasitasnya tidak bisa berkembang.


Rencana pemindahan Bandara Polonia ini sudah muncul sejak 1992. Menteri Perhubungan saat itu, Azwar Anas, berkata bahwa demi keselamatan penerbangan, bandara akan dipindah ke luar kota. Akhirnya persiapan pembangunan terealisasi pada 1997. Namun krisis moneter yang dimulai pada tahun yang sama kemudian memaksa rencana pembangunan ditunda.

Sampai pada 2005 terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang menewaskan Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin, juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara tewas akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan permukiman. Seruan pemindahan bandara pun muncul kembali.

Pada 5 September 2006 pembangunan bandara ini pun dimulai. Lalu pada awal 2013 pembangunan bandara telah mencapai 95 persen. Kemudian pada 10 Januari 2013 bandara ini melakukan percobaan sistem navigasi dan teknis. Bandara dibuka pada 25 Juli 2013.


Sampai saat ini Bandar Udara Internasional Kualanamu telah menjadi salah satu bandara yang cukup sibuk, terutama pada saat momen-momen tertentu, misalnya Idul Fitri.

Pertumbuhan ini pun berdampak pada transportasi lainnya di sekitar bandara. Grab, sebagai penyedia jasa transportasi online bahkan mencatat perjalanan Grab menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu pada 2018 mencapai angka lebih dari 150 ribu perjalanan.


Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar pun mengatakan tingginya angka pesanan menuju bandara ini menunjukkan bahwa Grab menjadi sarana transportasi intermoda, yang memberikan opsi praktis dan efisien bagi para pengguna jasa angkutan udara.

"Pencapaian pada tahun 2018 ini memacu Grab sebagai O2O mobile platform terkemuka di Indonesia untuk meningkatkan pengalaman pelanggan kami dalam memajukan industri pariwisata di Indonesia pada 2019," ujar Mediko seperti dikutip dalam laman resmi Grab, Selasa (12/2/2019). (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED