Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Feb 2019 17:20 WIB

TRAVEL NEWS

Presiden Jokowi: Pariwisata Bisa Jadi Devisa Terbesar

Afif Farhan
detikTravel
Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (Dok. Kemenpar)
Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (Dok. Kemenpar)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut sektor pariwisata berpeluang untuk menjadi penyumbang devisa terbesar. Pariwisata jadi perhatian khusus.

Presiden Jokowi dalam acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Puri Agung Convention Hall Jakarta, Senin malam (11/2/2019) mengatakan pariwisata Indonesia hanya perlu digarap maksimal agar bisa memberikan devisa yang besar. Apalagi, pamor pariwisata Indonesia terus bagus.

"Peluang pariwisata sangat besar sekali, kita masuk 6 besar negara terindah di dunia kemudian kita juga masuk 10 besar negara yang wajib dikunjungi," katanya seperti dalam siaran pers dari Kementerian Pariwisata pada detikTravel, Selasa (12/2/2019).

Penghargaan-penghargaan itu kata dia, menjadi brand dan modal tersendiri bagi pariwisata Indonesia.

"Ini brand yang tinggal kita garap agar pariwisata bisa memberikan devisa paling banyak, meskipun devisa pariwisata sudah mencapai 17 miliar Dollar AS sudah mengalahkan kelapa sawit, mengalahkan CPO. Sekarang sudah paling tinggi," katanya.

Presiden Jokowi: Pariwisata Bisa Jadi Devisa TerbesarFoto: (Dok. Kemenpar)

Jokowi pernah menyampaikan kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya secara khusus terkait besaran anggaran untuk promosi pariwisata. Namun, produk dan destinasi wisatanya juga harus diperhatikan.

"Saya pernah menyampaikan ke Menpar sebenarnya butuhnya berapa sih untuk promosi. Pak Menpar minta Rp7 triliun dari sebelumnya Rp1 triliun. Enggak apa-apa sebenarnya tapi pertanyaannya produknya sudah siap belum, saya lihat destinasinya belum siap," katanya.

Oleh karena itu, Jokowi memerintahkan Menteri PUPR untuk konsentrasi menggarap 4 destinasi pariwisata prioritas dari 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan dari sisi infrastruktur. Sebanyak 4 destinasi pariwisata prioritas yang dikonsentrasikan untuk dibangun infrastruktur pendukungnya lebih dulu yakni Mandalika, Danau Toba, Labuan Bajo, dan Borobudur.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi mengapresiasi kinerja sektor pariwisata Indonesia yang tumbuh tiga kali lipat dari pertumbuhan ekonomi dunia atau mencapai 22 persen.

Jokowi juga mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-50 kepada PHRI. "Semoga tetap terus bekerja sama dengan pemerintah sehingga apa yang disampaikan bisa jadi koreksi untuk memperbaiki pariwisata Indonesia," tutupnya. (aff/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED