Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Feb 2019 17:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kejar Wisata Halal, Kemenpar Luncurkan Indonesia Muslim Travel Index

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Suasana peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) di Kemenpar (Randy/detikTravel)
Suasana peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) di Kemenpar (Randy/detikTravel)

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
Jakarta - Tahun ini Kemenpar menargetkan peringkat 1 destinasi wisata halal terbaik dunia. Salah satu caranya lewat Indonesia Muslim Travel Index.

Tahun 2018 lalu, negara tetangga Malaysia meraih peringkat pertama destinasi wisata halal terbaik dunia menurut Mastercard-CrescentRating Global Travel Market Index.

Diketahui, Mastercard-CrescentRating Global Travel Market Index memiliki standar global yang merujuk pada Global Muslim Travel Index atau GMTI. Berpegang pada pedoman global tersebut, pemerintah indonesia melalui Kemenpar meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Hadir dalam peluncurannya adalah Menpar Arief Yahya, CEO dari CrescentRating & Halal Trip, Fazal Bahardeen, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Anang Sutoyo serta Staff Ahli Percepatan Wisata Halal, Riyanto Sofyan.

Diungkapkan oleh Menpar Arief Yahya, IMTI akan menjadi standar bagi pelaku pariwisata dalam negeri yang ingin fokus mengembangkan wisata halal. Aspek-aspek yang ada di dalamnya pun disempurnakan dari standar global GMTI.

"IMTI 100% menggunakan GMTI tapi saya tambahin. Sungguh ini merupakan taktik dari saya," ujar Arief.

Selain mengadopsi aspek akses, komunikasi, lingkungan sekitar dan servis yang jadi aspek penilaian GMTI, Arief juga memasukkan aspek lain seperti wisata halal hingga Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang jadi rujukan UNESCO.

Peluncuran IMTI pun dikebut beberapa bulan lebih cepat dari peluncuran GMTI 2019 yang akan jatuh pada bulan April tahun ini. Jadi sebelum GMTI dikeluarkan, Indonesia sudah lebih maju satu beberapa langkah.

"Karena harus Maret penilaian akhirnya, jadi terpaksa harus saya launching Februari. Ketika kamu siap IMTI, maka saya jamin kamu menang GMTI," pungkas Arief yakin.

Peluncuran IMTI ini pun disambut baik oleh CEO dari CrescentRating & Halal Trip, Fazal Bahardeen yang ikut hadir dan memberi masukan. Disebutnya, peluncuran IMTI membuat Indonesia makin siap dalam sektor wisata halal.

"Saya harap IMTI dapat membantu Indonesia sebagai pemimpin di sektor ini," ujar Fazal.

Turut hadir dalam peluncuran IMTI, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Anang Sutoyo. Ia mengatakan, kalau pasar wisata halal makin menguntungkan. Jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Dalam perkembangannya kita sadar ada potensi yang sangat besar. Data dari banyak sumber, muslim traveler pergerakannya sangat luar biasa," ujar Anang.

Menurut proyeksi GMTI, tahun 2020 jumlah wisatawan muslim dunia akan mencapai angka 158 juta dengan total pembelanjaan sekitar USD 220 miliar atau setara Rp 3.080 trilyun dengan pertumbuhan 6% per tahun.

Saat ini, posisi indonesia dalam destinasi wisata halal dunia berada di posisi dua bersama dengan Uni Emirat Arab. Skornya adalah 72,8 dari 100 tahun lalu. Hanya satu peringkat di bawah juara pertama Malaysia tahun lalu. (wsw/fay)

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED