Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Feb 2019 18:25 WIB

TRAVEL NEWS

Barongsai dan Baleganjur Ramaikan Cap Go Meh di Bali

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Cap Go Meh di Bali (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Cap Go Meh di Bali (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Jakarta - Cap Go Meh dirayakan dengan unik di Bali. Barongsai dikombinasikan dengan Baleganjur sebagai tanda kehidupan harmoni, damailah Indonesia kita.

Perayaan Cap Go Meh di Tempat Ibadat Teidharma (TITD) atau Kongco Cao Fuk Miao, Denpasar, Bali berlangsung meriah. Para umat dihibur dengan atraksi barongsai dan juga musik tabuhan Bali atau Baleganjur.

Kongco Cao Fuk Miao ini berada di Jl Cargo Kenanga, Denpasar Utara, Bali . Perayaan Cap Go Meh di Kongco ini dimulai dengan doa lalu ditutup dengan arak-arakan barongsai dan baleganjur keliling kompleks.

Arak-arakan dimulai dengan pemercikan air kepada para peserta lalu dilanjutkan dengan membakar kertas. Barisan peserta arak-arakan yang dimulai dari pembawa bendera dan umbul-umbul, barongsai hingga pemain musik wajib melewati atau melompati api tersebut. Apa tujuannya?

Barongsai dan Baleganjur Ramaikan Cap Go Meh di BaliFoto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)


"Untuk membersihkan energi yang ada (peserta) melaksanakan kirab itu sendiri api pembersih. Selain ada air suci pembersih, ada api pembersih, pensucian dengan api pembersih," kata Wakil Ketua TITD Cao Fuk Miao, Wahyu Kusuma Wardhana di lokasi, Selasa (19/2/2019).

Wahyu menuturkan selain Cap Go Meh , kongco ini juga merayakan hari peresmiannya yang ke-12. Meski termasuk jauh dari laut, rupanya kongco ini dibangun untuk memuja Dewi Sue Wie Shen Niang atau Dewi Laut Selatan.

"Di sini tuan rumahnya, Dewi Sue Wie Shen Niang atau dewi Laut Selatan. Ceritanya panjang, singkatnya dulu para pelaut mengalami sesuatu mampir di suatu tempat kemudian para nelayannya melihat kebesaran beliau dibuatkan tempat ibadah," tuturnya.

Barongsai dan Baleganjur Ramaikan Cap Go Meh di BaliFoto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)


Kembali soal barongsai, Wahyu menyebut iringan musik dari Baleganjur merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya Bali dengan Tionghoa, sebagai tanda kerukunan dan hidup harmonis. Tak hanya itu di kongco ini umat juga bisa menemukan pelinggih yang biasa ditemukan di rumah umat Hindu di Bali beserta canang maupun pejati.

Sekitar tiga puluh menit, musik dari arak-arakan barongsai dan tabuhan Baleganjur kembali terdengar. Rombongan arak-arakan ini lalu diarahkan untuk masuk lewat sisi kanan kongco.

Barongsai dan Baleganjur Ramaikan Cap Go Meh di BaliFoto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)


"Barongsai ini keliling maknanya untuk menyeimbangkan energi negatif jadi netral, menjadi baik, tenang, tentram, dijauhkan dari gangguan-gangguan," jelasnya.

Barongsai dan Baleganjur Ramaikan Cap Go Meh di BaliFoto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED