Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Feb 2019 17:30 WIB

TRAVEL NEWS

Sampah Plastik Masih Dominasi Gunung dan Taman Nasional

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: Sampah di Gunung Rinjani (istimewa)
Foto: Sampah di Gunung Rinjani (istimewa)
Jakarta - Indonesia menyambut Hari Peduli Sampah Nasional pada hari ini, Kamis (21/2). Sampah plastik masih jadi masalah besar di gunung dan taman nasional di Indonesia.

Dalam press release yang diterima detikTravel dari Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK), Kamis (21/2/2019), soal sampah di gunung dan taman nasional masih mendapat perhatian dalam Rapat Kerja Nasional, Pusat dan Daerah, serta Launching Gerakan Indonesia Bersih yang bertempat di KemenLHK, Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Dibuka oleh Menko Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan, ia menyoroti akan pentingnya gerakan Revolusi Mental Kebersihan serta manfaat dari hidup sehat. Menteri KLHK, Siti Nurbaya masih menyoroti perihal sampah plastik di Indonesia yang jadi perhatian nasional mau pun internasional.

"Perhatian nasional dan internasional pada sampah juga tertuju pada sampah plastik, dengan segala potensi akibatnya kepada manusia dan satwa. Sampah plastik di laut ukuran mikro atau marine debris sangat berbahaya karena menganggu kesehatan apabila debris masuk dalam pencernaan ikan dan masuk dalam sistem rantai pangan. Pemerintah Indonesia bertekad untuk kita bersama dapat mengatasi masalah sampah laut dan plastik di Indonesia," ujar Siti.

Berdasarkan paparan dari KemenLHK yang bertajuk 'Pengelolaan Sampah Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan,' sampah plastik adalah sampah yang dominan dihasilkan di destinasi wisata seperti TN Bromo Tengger Semeru (Data Non Fisik Adipura 2015-2016-red). Sampah plastik banyaknya sebesar 56%, dibandingkan sampah organik yang hanya sebesar 14%.

Sampah lain yang mengotori gunung dan taman nasional Indonesia adalah sampah kertas (12%), kaca (7%), kain (6%) dan sampah B3 (5%).

Sedangkan apabila dilihat dalam skala nasional, lebih dominan sampah organik sebesar 57%. Sedangkan sampah plastik adalah sebesar 15%. Walau begitu, sampah plastik tetap jadi momok di tempat wisata. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED