Umumnya, mudik identik dengan kebutuhan transportasi melonjak bersama keluarga. Seluruh moda transportasi dan akomodasi seperti jadi buruan masyarakat Indonesia.
Begitu pun dengan beberapa tambahan. Misalnya saja oleh-oleh, yang diperuntukkan pada keluarga. Hal ini jadi momok dan pengeluaran tambahan yang mungkin bisa bikin cekak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aakar juga menambahkan, bahwa saat ini fenomena pengeluaran lebih besar ketika momen mudik bisa jadi mimpi buruk untuk semua orang. Ini karena, banyak orang yang menghabiskan uang untuk waktu tersebut tanpa memikirkan kelanjutan hidup selanjutnya.
"Fenomena saat ini di kelas menengah, makin gede gajinya makin banyak hutangnya. Gaji Rp 6 juta naik ke 8 juta masih gesek kartu kredit. Padahal, sebenarnya bisa diminimalisir," tambah Aakar.
Traveler pun juga harus cerdik ketika mudik Lebaran. Misalnya saja, bisa membeli tiket terlebih dahulu saat jauh-jauh hari. Kemudian, oleh-oleh dan kebutuhan lainnya saat THR datang.
"Kita harus lebih pintar mengatur setiap pengeluaran saat mudik. Jangan sampai, saat pulang laundry nggak bisa bayar, atau kebutuhan lain jadi menambah pengeluaran. Ini fenomena setiap tahun dan tidak bisa dibiarkan terus menerus," ujar Aakar.
Nah, solusinya traveler pun harus mulai menghitung apa saja yang ingin dilakukan saat mudik nanti. Hal ini untuk menghindari pengeluaran yang membengkak pasca mudik.
"Solusinya, kita bisa mengatur dulu apa saja pengeluaran dan pemasukan yang dimiliki. Dibuat dulu mana yang penting mana yang tidak. Ditambah, lihat-lihat promo yang ditawarkan juga membantu," tambah Aakar.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh