Hindari 'Mudik Trap' Saat Pulang Kampung Lebaran Nanti

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hindari 'Mudik Trap' Saat Pulang Kampung Lebaran Nanti

Shinta Angriyana - detikTravel
Kamis, 21 Feb 2019 19:30 WIB
Hindari Mudik Trap Saat Pulang Kampung Lebaran Nanti
Suasana preskon (Shinta/detikTravel)
Jakarta - Saat mudik ke kampung halaman, biasanya dibarengi dengan peningkatan kebutuhan yang luar biasa. Apalagi, jika saudara makin banyak.

Umumnya, mudik identik dengan kebutuhan transportasi melonjak bersama keluarga. Seluruh moda transportasi dan akomodasi seperti jadi buruan masyarakat Indonesia.

Begitu pun dengan beberapa tambahan. Misalnya saja oleh-oleh, yang diperuntukkan pada keluarga. Hal ini jadi momok dan pengeluaran tambahan yang mungkin bisa bikin cekak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai, kita terjebak dalam yang namanya Mudik Trap. Harus tahu dulu kebutuhan mendasar yang mana. Mungkin, saat ini kita beli tiketnya dulu. Karena lebih butuh, oleh-oleh dan sewa mobil atau atraksi liburannya bisa nanti," ujar Founder & CEO Jouska Indonesia, Aakar Abyasa dalam jumpa pers H-90 Mudik Lebaran Bersama dengan Tiket.com di Artotel Thamrin, Kamis (21/2/2019).

Aakar juga menambahkan, bahwa saat ini fenomena pengeluaran lebih besar ketika momen mudik bisa jadi mimpi buruk untuk semua orang. Ini karena, banyak orang yang menghabiskan uang untuk waktu tersebut tanpa memikirkan kelanjutan hidup selanjutnya.

"Fenomena saat ini di kelas menengah, makin gede gajinya makin banyak hutangnya. Gaji Rp 6 juta naik ke 8 juta masih gesek kartu kredit. Padahal, sebenarnya bisa diminimalisir," tambah Aakar.

Traveler pun juga harus cerdik ketika mudik Lebaran. Misalnya saja, bisa membeli tiket terlebih dahulu saat jauh-jauh hari. Kemudian, oleh-oleh dan kebutuhan lainnya saat THR datang.

"Kita harus lebih pintar mengatur setiap pengeluaran saat mudik. Jangan sampai, saat pulang laundry nggak bisa bayar, atau kebutuhan lain jadi menambah pengeluaran. Ini fenomena setiap tahun dan tidak bisa dibiarkan terus menerus," ujar Aakar.

Nah, solusinya traveler pun harus mulai menghitung apa saja yang ingin dilakukan saat mudik nanti. Hal ini untuk menghindari pengeluaran yang membengkak pasca mudik.

"Solusinya, kita bisa mengatur dulu apa saja pengeluaran dan pemasukan yang dimiliki. Dibuat dulu mana yang penting mana yang tidak. Ditambah, lihat-lihat promo yang ditawarkan juga membantu," tambah Aakar.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads