Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 10 Mar 2019 10:50 WIB

TRAVEL NEWS

Momen Nyepi yang Syahdu, Tapi Diwarnai Aksi Jarah Uang Sesajen

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Bekas sesajen Melasti di Pantai Padanggalak (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Bekas sesajen Melasti di Pantai Padanggalak (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Jakarta - Minggu ini Hari Raya Nyepi mewarnai pariwisata Indonesia. Nyepi jadi momen syahdu di Bali dan Bromo serta ada cerita penjarahan uang sesajen.

Prosesi Nyepi berlangsung sepanjang minggu dengan puncaknya adalah Hari Raya Nyepi 7 Maret 2019. Prosesi Melasti dilakukan di seluruh kawasan di Bali dilanjutkan dengan prosesi pembuatan ogoh-ogoh.

Bandara Ngurah Rai stop operasi saat Nyepi (Aditya Mardiastuti/detikTravel)Bandara Ngurah Rai stop operasi saat Nyepi (Aditya Mardiastuti/detikTravel)


Nah saat prosesi Melasti ini ada kejadian yang mengundang penyesalan banyak pihak. Di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar, terjadi penjarahan uang sesajen (sesari) Melasti. Pantai Padanggalak tepatnya berada di Banjar Kedaton, Kesiman, Denpasar Timur. Salah satu yang menjadi ikon pantai itu ada Taman Festival Bali (TFB).

BACA JUGA: Video Orang Ambil Sesajen Uang Saat Melasti di Bali Jadi Viral

Kejadian penjarahan sesari ini direkam dengan ponsel dan kemudian menjadi viral di media sosial seperti di Whatsapp, Instagram, Twitter dan Facebook. Penjarahan uang sesajen ini terjadi ketika proses sembahyang belum selesai. Hal itu yang mengundang marah netizen. Warga Bali juga menyesalkan, kenapa kejadian itu direkam, bukannya dihentikan atau dilaporkan ke Pacalang.

Sementara pelakunya diduga adalah bocah warga lokal. Setelah kejadian, Pecalang diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan sisa waktu prosesi Melasti. Ini memang bukan soal jumlah uangnya, melainkan etika terhadap orang yang sedang beribadah.

BACA JUGA: Foto Pantai Padanggalak Pasca Kejadian Orang Ambil Uang Sesajen

"Sesari itu sebenarnya boleh saja diambil orang, tapi idealnya jangan seperti itu. Supaya menunggu, sampai perasaannya plong," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Badung, Gede Rudia Adiputra via telepon, Selasa (5/3).

Sementara Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan penjarahan itu terjadi karena kurangnya koordinasi pengurus adat dengan pecalang.

"Itu hanya kurang koordinasi aja antara pengurus, kemudian prajuru, dan masyarakat, pecalang sehingga terjadi seperti itu. Semestinya orang yang mengurus keliling dulu, harus steril dulu berarti nggak bisa menyalahkan dia saja sehingga kalau sudah diatur dengan baik orang kan nggak bisa," kata Sudiana kepada wartawan, Selasa (5/3).

Terlepas dari kejadian penjarahan uang sesajen Melasti, Hari Raya Nyepi 2019 berlangsung dengan khidmat. Prosesi Melasti dan pawai Ogoh-ogoh menjadi atraksi untuk wisatawan.

BACA JUGA: Damainya Hari Raya Nyepi di Bromo, Muslim Menjaga Hindu

Puncak Hari Raya Nyepi berlangsung dengan syahdu di Pulau Dewata. Bahkan di Bromo, prosesi Nyepi menjadi momen harmoni kebhinekaan antarumat beragama. Umat Muslim menjaga umat Hindu yang sedang melakukan Nyepi. Inilah bukti Indonesia yang damai.

Muslim menjaga Hindu di Bromo (Rofiq/detikTravel)Muslim menjaga Hindu di Bromo (Rofiq/detikTravel)


Momen Nyepi juga menjadi berkah untuk Lombok. Banyak wisatawan di Bali pindah dulu ke Lombok sementara waktu, supaya tetap bisa menikmati kegiatan liburan. Tercatat ada peningkatan hunian hotel 40-70 persen. Wisatawan mendatangi aneka tempat wisata di Lombok.

Setelah Nyepi, semua tempat wisata di Bali menjadi ramai kembali begitu juga di Bromo. Minggu ini menjadi momen liburan panjang bagi sebagian orang yang mengambil tambahan cuti pada hari kejepit Jumat. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED