Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Disurvei Demi Kelayakan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Disurvei Demi Kelayakan

Harianto Nukman - detikTravel
Sabtu, 30 Mar 2019 23:20 WIB
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Disurvei Demi Kelayakan
Foto: (dok. BTNGR)
Mataram - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyatakan menunda rencana dibukanya pendakian Gunung Rinjani pada awal April 2019. Jalur pendakian masih disurvei.

Sebanyak 72 orang anggota tim yang diterjunkan untuk melakukan survei di dua jalur pendakian melalui jalur Senaru, Lombok Utara dan jalur Pelawangan Sembalun, Lombok Timur.

"Sembalun 44 orang. Senaru 28 orang," ucap Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono kepada detikcom, Sabtu (30/3/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim survei itu berasal dari unsur BTNGR, TNI-Polri, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Disurvei Demi KelayakanFoto: (dok. BTNGR)


Anggota tim survei juga berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, perwakilan trecking organizer, pemandu wisata gunung (guide-porter) serta unsur lainnya.

Dari hasil diskusi di saat rapat yang digelar pada hari Rabu (27/3) kemarin, disepakati bahwa di jalur pendakian Sembalun akan dilakukan survei kembali guna memastikan kelayakan jalur untuk aktivitas pendakian.

BACA JUGA: Gunung Rinjani Batal Dibuka April 2019, Ini Alasannya

Sebelumnya akan diadakan koordinasi teknis sebelum survei dilakukan dengan tata waktu yang akan ditentukan kemudian sesuai dengan rekomendasi dari BMKG.

Jalur yang ada saat ini berada di daerah rawan pergerakan tanah, sehingga perlu dipindahkan melalui daerah yang relatif aman dari pergerakan tanah.

Pendakian melalui pintu masuk Sembalun harus memiliki beberapa jalur alternatif sebagai upaya antisipasi bencana yang terjadi.

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Disurvei Demi KelayakanFoto: (dok. BTNGR)


Banyaknya longsoran yang terjadi pada jalur pendakian Sembalun yang menyebabkan berkurangnya luasan lokasi bermalam, perlu dikaji ukang daya dukung dan daya tampungnya sebagai dasar penentuan kuita pendakian.

Semua guide harus menggunakan alat komunikasi handy talky (HT) yang bisa terhubung dengan pusat informasi. Perlu dilakukan penanaman pohon berakar kuat di sekitar jalur pendakian.

Selain pemasangan papan informasi, perlu adanya imbauan dan larangan pada titik-titik rawan bencana dan pemagaran pada lokasi yang tidak boleh dilewati.

"Kegiatan pendakian direkomendasikan untuk sementara ditutup mengingat masih terjadinya pergerakan tanah dan gempa hingga kondisi memungkinkan," kata Sudiyono.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads