Dilansir detikcom dari berbagai sumber, Rabu (17/4/2019) perusahaan penyedia pesawat terbang Airbus membuat inovasi baru untuk kelas bisnis. Mereka menghadirkan kursi bernama 'Settee Corner', yang memungkinkan penumpang untuk duduk di kursi mirip sofa.
Bisa dibilang, tipe ini lebih ringan dan efisien. Pengguna tidak perlu ribet-ribet membaringkan dengan tombol, karena kursi sudah dibuat lurus dan menyamping. Sehingga lebih mudah untuk bersandar dan berbaring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kursinya lebih nyaman (Airbus) |
Penumpang bisa duduk menyamping, bersandar ke kanan atau kiri, bahkan berbaring tidur. Tentunya, sangat bikin rileks saat terbang.
BACA JUGA: Inovasi Kasur di Kelas Ekonomi Pesawat
Airbus bekerjasama dengan produsen interior pesawat Geven, yang membuat kursi sofa ini lebih nyaman dan luas. Mereka mendasarkan konsep ini dengan konfigurasi three-seat atau kursi baris 3 di kelas ekonomi. Tentunya, difungsikan untuk penerbangan jarak jauh yang membutuhkan kenyamanan ekstra.
Selain itu, kursi ini juga dilengkapi dengan TV, kabin penyimpanan pribadi, loker dan tray untuk makan dan minum. Dari segi keamanan, kursi juga dilengkapi dengan sabuk pengaman yang lebih nyaman digunakan bahkan saat posisi tidur.
(Airbus) |
Apabila bepergian dengan kerabat, kursi ini juga lebih mempermudah berinteraksi. Panjang kursi pun mencapai 185 cm, yang sedang dimaksimalkan hingga dapat membentang sampai 195 cm.
Ditambah, Settee Corner memang dibutuhkan bagi mereka yang lebih suka terbang dengan privat. Penumpang dapat akses langsung ke lorong, kru kabin pun lebih memiliki akses langsung pada penumpang. Pihak maskapai juga bisa memodifikasi kursi, sehingga dapat menarik penumpang.
BACA JUGA: Maskapai-maskapai yang Jarang Kecelakaan
(aff/aff)












































Kursinya lebih nyaman (Airbus)
(Airbus)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama