Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Apr 2019 09:50 WIB

TRAVEL NEWS

Sambut Bandara Internasional Yogyakarta, Purworejo Resmikan Destinasi Baru

Rinto Heksantoro
detikTravel
Wisatawan di Curup Kaliurip, Purworejo (Rinto/detikcom)
Wisatawan di Curup Kaliurip, Purworejo (Rinto/detikcom)
Purworejo - Bandara Internasional Yogyakarta terus dikejar pembangunannya. Sambut itu, Pemkab Purworejo resmikan obyek wisata alam baru.

Objek wisata baru yakni Curug Kaliurip diresmikan oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian pada Selasa (16/4/2019). Air terjun yang masih alami tersebut terletak di Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri atau sekitar 19 km ke arah barat laut dari pusat Kota Purworejo.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, kita bisa menempuhnya hanya dengan waktu sekitar 35 menit dari alun-alun kota Purworejo. Memiliki ketinggian sekitar 40 meter, objek wisata alam ini menawarkan air terjun yang cantik dengan suasana sejuk dan asri di kawasan Pegunungan Kemiri.

"Peresmian curug ini, memberikan harapan baru bagi Desa Kaliurip bahkan Kabupaten Purworejo terutama guna mendukung pertumbuhan pariwisata untuk menghadapi Bandara Internasional Yogyakarta. Semoga bisa terus dikembangkan untuk sektor pariwisata dan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat," kata Agus Bastian ketika ditemui detikcom di lokasi, Selasa (16/4/2019).

Suasana peresmian curugSuasana peresmian curug (Rinto/detikcom)
Sebelum diresmikan, warga sekitar bersama bupati dan stakeholder terkait melaksanakan jalan santai bersama dan penebaran benih ikan di area objek wisata serta penanaman pohon. Tidak hanya air terjun, di area ini juga disediakan arena untuk panahan juga camping ground.

Sementara itu, Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo yang ikut mendampingi bupati menambahkan, dengan adanya destinasi wisata baru yang telah diresmikan ini diharapkan bisa menambah keragaman pariwisata di Purworejo.

Antisipasi Bandara Internasional Yogyakarta, Purworejo Resmikan Destinasi BaruSuasananya asri dan hijau (Rinto/detikcom)
Pengembangan wisata berbasis desa dan komunitas serta berorientasi pada pengembangan kawasan yang terintegrasi akan lebih cepat mengembangkan objek wisata yang ada.

"Diharapkan bisa terus menambah destinasi yang sudah ada dan lebih bermanfaat bagi orang banyak, bukan hanya warga sekitar," ucapnya.

Salah satu pengunjung, Asmira (25) merasa takjub dengan obyek wisata tersebut. Tak henti-henti ia berfoto selfie dengan kamera ponselnya untuk mengabadikan moment.

"Bagus banget tempatnya, sejuk, besok kapan-kapan mau ke sini lagi," tutur Asmira. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA