Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Apr 2019 13:15 WIB

TRAVEL NEWS

Kalau Hanya Indah, Geopark Indonesia Tidak Bisa Jadi Kelas Dunia

Afif Farhan
detikTravel
Danau Toba yang diajukan ke UNESCO Global Geoparks (Afif Farhan/detikTravel)
Danau Toba yang diajukan ke UNESCO Global Geoparks (Afif Farhan/detikTravel)
Jakarta - Indonesia punya banyak geopark yang indah. Tapi, indah saja tidak cukup menjadikan geopark Indonesia berkelas dunia.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan media visit ke Transmedia, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019). Arief menjelaskan, kalau geopark Indonesia mau jadi kelas dunia, maka atraksi wisatanya juga harus berkelas dunia. Seperti salah satunya, harus masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks.

"Untuk geopark, caranya adalah dengan sertifikasi geopark dunia. Yang memberikan sertifikasi itu adalah UNESCO Global Geoparks (UGG), maka itu kita ajukan ke sana," katanya.

Arief memberikan contoh tentang geopark Danau Toba. Menurutnya, semua setuju kalau Danau Toba memang indah namun semua danau lainnya Indonesia pun indah. Akan tetapi, danau di Sumatera Utara itu punya satu hal menarik yakni sebagai danau vulkanik terbesar sedunia.

"Itulah yang kita jual dan kita ajukan ke UNESCO Global Geoparks," tegas Arief.

Kalau Hanya Indah, Geopark Indonesia Tidak Bisa Jadi Kelas DuniaMenteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) (dok Kementerian Pariwisata)


"Setelah Danau Toba, nanti kita ajukan geopark Belitung dan Banyuwangi. Belitung dengan bebatuan granit besarnya dengan ukuran beragam dan Banyuwangi dengan Blue Fire di Kawah Ijen yang hanya ada 2 di dunia," tambahnya menjelaskan.

BACA JUGA: Banyuwangi Diusulkan Jadi Geopark Dunia Pada 2020

Menurut Arief, jika sudah diajukan ke UNESCO Global Geoparks, maka segala hal yang berkaitan dengan geopark baik dari sisi kebersihan, perawatan dan lain sebagainya harus terus dipertahankan. Itu juga yang jadi modal supaya kelestarian geopark tetap terjaga.

"Kalau misalnya ada sampah dan alamnya rusak, bisa dicabut sertifikasinya. Saya pun selalu bilang, semakin alamnya dilestarikan berarti semakin sejahtera juga kehidupan masyarakatnya," terangnya.

Arief berpesan, para stakeholder yang mengurus geopark-geopark di Indonesia harus terus menjaga standar. Tugas Kementerian Pariwisata selanjutnya, yang akan memperjuangkan untuk mempromosikannya sebagai destinasi kelas dunia.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED