Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Mei 2019 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Indonesia yang Kaya Wisata dan Kaya Bencana Alam

Syanti Mustika
detikTravel
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Indonesia punya alam yang begitu indah untuk pariwisata. Namun negeri ini menyimpan potensi bencana. Bukan untuk ditakuti, tapi bersiap siaga selalu.

Dalam menyikapi permasalah bencana dan pengaruhnya di pariwisata, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan kegiatan 'Diskusi Kesiapsiagaan Bencana Sektor Perhotelan untuk Industri Pariwisata'. Kegiatan ini berlangsung pada, Senin (6/5/2019) di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur.

Dalam diskusi ini, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengimbau segala elemen untuk sadar dan peka terhadap kondisi alam sekitar. Dia mengingatkan bahwa bencana alam tidak untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi dengan segala persiapan dengan selalu siaga.

"Bencana alam bukanlah untuk ditakuti dan disalahkan. Kita hanya bisa beradaptasi dan mengenali bagaimana bencana alam yang ada di kawasan kita. Setelah itu rancanglah strategi dan siaplah untuk selamat," kata Doni.

Indonesia memiliki beberapa sumber peristiwa alam yang menjadikannya bencana. Salah satunya adalah gunung api.

"Salah satu sumber bencana di Indonesia adalah gunung api. Kita memiliki 500 gunung api dan 127 yang aktif. Jumlah ini 13 persen dari gunung api di dunia lho," tambah Doni.

Adapun sumber peritiwa alam yang juga dimiliki Indonesia adalah berada di patahan lempengan. Karena posisi inilah wilayah Indonesia sangat rawan gempa.

"Kita berada di antara Lempeng Samudera Indo-Australia dan lempeng Samudera Pasifik. Patahannya pun tepat berada di wilayah bawah Indonesia. Perlu anda ketahui, sejauh ini terdapat 214 sumber gempa baru yang tersebar di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara dan Banda," tambahnya.

Dalam pemaparannya, Doni juga menambahkan bahwa faktor bencana tidak hanya datang dari alam. Namun juga berasal dari kegiatan manusia atau antropoenik.

"Selain peristiwa alam, bencana alam juga terjadi karena aktivtias manusia. Mulai dari tata ruang dan alih fungsi lahan, tambang dan perambahan hutan, pembakaran hutan dan lahan, limbah manusia dan hewan, limbah medis, limbah industri, dan sampah plastik. jadi jangan sepenuhnya menyalahkan alam, namun campur tangan manusia juga ikut andil dalam bencana yang melanda," jelasnya.

Menyikapi sumber bencana alam ini, Doni mengimbau semua kalangan untuk saling bahu membahu menghadapi bencana. Semua pihak harus siaga dan siap, serta juga harus menjaga keseimbangan alam untuk mencegah bencana yang semakin marah.

"Kita tidak akan bisa melawan alam. Kita harus beradaptasi dan menyiapkan langkah untuk menyelamatkan diri jika peristiwa terburuk terjadi. Dan juga perhatikan juga terhadap permasalahan alam yang datang dari kita, seperti sampah. Karena jika sampah dibuang sembarangan, berarti kita telah mempercepat peristiwa banjir, rusaknya tanah, dan kerusakan laut," tutupnya.

(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA