Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Mei 2019 03:21 WIB

TRAVEL NEWS

Tantangan Pramugari: Perut Kembung dan Kentut-kentut

Afif Farhan
detikTravel
Ilustrasi pramugari (iStock)
Ilustrasi pramugari (iStock)
Jakarta - Setiap pekerjaan pasti mempunyai tantangan. Termasuk bagi pramugari, ada risiko perut kembung dan kentut-kentut karena terus berada dalam penerbangan.

Kamu yang pernah naik pesawat, pasti pernah merasakan perut menjadi kembung dan buncit seketika bukan? Rasanya perut begitu penuh dan sesak, serta mau buang angin terus.

Kalau kita yang sebagai penumpang pesawat saja pernah merasakan seperti itu, apalagi pramugari yang pekerjaannya setiap hari di dalam penerbangan. Perut kembung dan kentut-kentut menjadi tantangan yang kadang dinilai 'menyiksa' pramugari.

"Perut kembung di pesawat disebabkan karena tekanan udara di sekitar tubuh berkurang, maka gas di usus akan menggembang sekitar 30 persen," kata seorang ahli gizi, Lily Soutter seperti ditulis media asal Inggris, Express saat dilihat detikcom, Rabu (15/5/2019).

BACA JUGA: Hal-hal Kecil yang Diharapkan Pramugari dari Penumpang

Meski perut menjadi kembung saat penerbangan, pramugari tetap harus bekerja maksimal melayani penumpang. Mandy Smith, penulis buku Cabin Fever yang juga dulu bekerja sebagai pramugari mengungkapkan beberapa trik mengatasi hal tersebut.

"Lepaskan saja (buang angin) di lorong kabin, jangan ditahan," katanya.

Oleh sebab itu, pramugari harus siap siaga dengan parfum supaya bisa membuatnya tetap wangi dan menjaga situasi kondusif. Tentu jangan sampai, bau kentut mengganggu penumpang.

Untuk pencegahan perut kembung, disarankan untuk mengonsumsi obat pencahar sebelum melakukan penerbangan. Obat pencahar dapat membuang bakteri di dalam usus.

Pramugari juga harus menjaga asupan makanan sebelum terbang. Hindari memakan brokoli, asparagus, jamur dan susu supaya tidak kebanyakan gas di dalam perut. Pramugari pun dianjurkan tidak minum kopi sebelum penerbangan dan menggantinya dengan teh peppermint. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED