Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Mei 2019 04:20 WIB

TRAVEL NEWS

Tiket Pesawat Masih Mahal, Pariwisata Kena Dampak

Bona
detikTravel
Foto: (Thinkstock)
Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Persoalan tentang tiket pesawat masih hangat untuk diperbincangkan. Kenaikan ini juga dirasa menghantam sektor pariwisata.

Pesawat menjadi salah satu transportasi jarak jauh yang paling diminati. Selain hemat waktu, pesawat juga punya beberapa kelas yang dirasa terjangkau di kantong traveler.

Namun belakangan harga tiket pesawat mengalami kenaikan yang dirasa cukup drastis. Salah satu sektor yang terpengaruh adalah pariwisata.

"Kenaikan harga tiket pesawat berdampak besar untuk pariwisata," ujar Menpar Arief Yahya pada jumpa pers Pesona Mudik 2019 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (21/5/2019) malam.

Arief Yahya menambahkan bahwa kenaikan harga tiket pesawat menghantam sektor pariwisata. Ekosistem pariwisata menjadi timpang karena pesawat sendiri menjadi pengaruh besar dalam sektor tersebut.

"Naik besar dan mendadak tidak boleh. Kan ada harga batas atas, kalau kita naikkan harga 20 persen, permintaan pasti turun," jelas Menpar.

BACA JUGA: Tiket Pesawat Mahal Disindir Jadi Promosi Wisata untuk Malaysia

Menpar juga menjelaskan soal aturan harga batas atas dan batas bawah untuk beberapa kelas penerbangan. Batas atas adalah harga tertinggi yang boleh digunakan oleh pihak maskapai. Sedangkan batas bawah adalah harga paling rendah.

Untuk penerbangan dengan kelas pelayanan full bisa menggunakan tarif harga batas atas 100 persen. Sedangkan kelas ekonomi dan Low Cost Carrier (LCC) seharusnya tidak mendekati harga batas atas.

"Kalo kelas pelayanan full seperti Garuda Indonesia bisa menggunakan harga batas atas full, tapi kalo penerbangan ekonomi dan LCC harus diturunkan lagi 30 persen. Semoga Menhub bisa turunkan harga batas atas," tutur Menpar. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED