Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 08 Jun 2019 16:47 WIB

TRAVEL NEWS

Seblang Olehsari, Tradisi Banyuwangi Penghilang Mara Bahaya

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Jakarta - Banyuwangi dikenal dengan budaya atau tradisi andalannya yaitu Tari Gandrung. Namun Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan Banyuwangi memiliki tradisi andalan lainnya, yaitu Barong Ider Bumi dan Seblang Olehsari yang tak kalah menarik.

"Kalau boleh saya katakan, ritual adat Seblang Olehsari ini merupakan salah satu trademark-nya Banyuwangi. Ini selalu dinantikan setiap tahunnya," kata Anas dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/6/2019).


Asdep Pemasaran I Regional II Kemenpar, Adella Raung, mengatakan tradisi Banyuwangi kaya makna dan cerita. Menurutnya Seblang bermakna menghilangkan pengaruh buruk, oleh sebab itu gaya tarian ini membuang tangan ke kanan atau ke kiri.

"Seblang ini kalau ikut bahasa Using singkatan dari Sebele Ilang (hilang sialnya). Jadi, biar semua hal yang tidak menyenangkan seperti penyakit dan bala-bala lain yang tidak menyenangkan ini hilang, dan berharap kemakmuran," ujar Adella.

Ritual Seblang terbilang unik. Penarinya menggunakan mahkota dari untaian daun pisang dan aneka bunga yang disebut masyarakat Olehsari Banyuwangi sebagai Omprok.

"Ritual Seblang diawali dengan selamatan di empat titik. Dua di antaranya makam sesepuh desa setempat, Ki Buyut Ketut dan Ki Buyut Cilik," jelas Kadispar Banyuwangi MY Bramuda.


Tradisi Seblang yang digelar tiap awal Syawal ini dipercaya bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk (wabah penyakit). Penarinya, yang harus seorang gadis muda, menari dalam kondisi kerasukan arwah leluhur.

Sebelumnya penari telah ditunjuk leluhur melalui mediasi makhluk halus. Gadis yang telah ditunjuk ini akan menari-nari dengan mata tertutup di pentas bundar mengikuti iringan musik tradisional Banyuwangi. Ritualnya digelar selama 7 hari berturut-turut, biasanya dimulai pukul 14.30 hingga menjelang magrib.

"Ini sudah tradisi turun-temurun. Konon sudah dimulai sejak tahun 1930-an," sebut Kepala Bidang Pemasaran I Area I (Jawa) Kemenpar Wawan Gunawan.

Untuk tahun ini, penari Seblang ditunjuk tokoh warga Olehsari sama dengan tahun sebelumnya, namanya Susi Susanti. Dua tahun ini, Susi telah ditunjuk sebagai penari Seblang.

Ritual puncak Seblang yaitu ketika penari digiring ke arena. Setelah sang pawang mempersembahkan sesaji, sang penari mulai kesurupan. Dengan alunan gamelan khas, penari menari berkeliling arena berbentuk bulat, diiringi dua orang pendamping. Selama menari, puluhan gending (lagu) khusus berbahasa Using dilantunkan oleh para ibu.

Di akhir tarian, penari Seblang pun membagikan bunga yang ditancapkan pada lidi. Biasanya disebut dengan Kembang Dermo. Kembang Dermo ini diyakini bisa mendatangkan kemakmuran bagi yang memilikinya.

Melihat keunikan Seblang, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut budaya menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis.

"Ini laku dijual untuk turis mancanegara," ungkap Arief.

Untuk itu Arief Yahya mendorong agar para penggiat kebudayaan mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi.

"Yang terpenting, budaya harus terus dilestarikan. Semakin dilestarikan, akan makin menyejahterakan," pungkasnya. (mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED