Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Jun 2019 17:54 WIB

TRAVEL NEWS

Koreografer Denny Malik Siap Meriahkan Festival Sriwijaya 2019

Tia Reisha
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Palembang - Demi hasil yang maksimal, berbagai persiapan dilakukan untuk menggelar Festival Sriwijaya 2019. Tak tanggung-tanggung, festival ini pun akan menghadirkan koreografer nasional, Denny Malik, untuk mengawal jalannya pertunjukan.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management COE Esthy Reko Astuty mengatakan, Denny Malik sengaja diundang untuk melakukan pendampingan. Ini menjadi bukti keseriusan dan totalitas panitia dalam mengemas acara sehingga Festival Sriwijaya 2019 harus lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Festival Sriwijaya 2019 akan digelar pada 16-22 Juni mendatang. Ada 3 venue yang dipilih, yaitu Benteng Kuto Besak Palembang, Taman Budaya Sriwijaya, dan Ruang Sapta Pesona Disbudpar Sumatera Selatan.

"Banyak seni budaya yang akan ditampilkan dalam event ini, salah satunya Focus Group Disscusion (FGD) Gending Sriwijaya. Kesenian ini sangat legendaris karena memadukan antara tari dan syair lagu. Karya seni legendaris ini ikut diperkenalkan karena selaras dengan Festival Sriwijaya yang sudah memasuki tahun ke-28," ujar Esthy dalam keterangan tertulis, Rabu (12/6/2019).

Menurut Esthy, syair Gending Sriwijaya menjadi gambaran status Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat studi dunia. Lagu ini juga memiliki total 16 baris syair.


"Pemaknaan syairnya memang luar biasa. Ada kerinduan pada masa keemasan yang telah lalu. Kebesaran itu seolah ingin dimunculkan lagi melalui karya terbaik bagi Sumsel dan Indonesia. Dengan kata lain, generasi sekarang dituntut lebih inovatif dan bekerja keras. Tujuannya demi kemajuan bersama," ungkap Esthy yang juga Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar.

Ia juga menjelaskan bahwa Gending Sriwijaya pada mulanya digunakan untuk menyambut tamu penting kerajaan. Pesan yang ingin disampaikan adalah keramahan masyarakat Sriwijaya. Gerakan tarinya pun khas dengan makna yang dalam dan nilai estetika tinggi. Sejatinya, Tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 penari.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, Gending Sriwijaya memang menjadi warna khas dalam festival ini. Seluruh kegiatan akan berlangsung unik dan menarik, serta siap menjadi parade budaya yang besar.

"Nantinya, para penari Gending Sriwijaya mengenakan busana adat, meliputi adat Aesan Gede, Selendang Mantri, Paksangkong, Dodot, dan Tanggai. Penari terdepan membawa tepak yang berisi sekapur sirih. Kemudian di belakangnya ada 2 penari lain yang membawa payung dan tombak. Di belakangnya lagi ada para penyanyi Gending Sriwijaya," jelasnya.


Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, ada banyak warna budaya yang bakal ditampilkan dalam perhelatan Festival Sriwijaya. Dengan karakternya, lanjut Arief, festival ini akan menaikkan branding dan kunjungan wisatawan ke Sumsel. Selain atraksi dan amenitas, Sumsel juga didukung dengan aksesibilitas yang sangat baik.

"Silakan berkunjung ke Palembang dan hadiri Festival Sriwijaya. Pengunjung bakal terkesan dengan rangkaian acaranya. Ada banyak sekali sisi positif yang bisa dibagikan. Catat tanggalnya dan jadilah bagian dari Festival Sriwijaya," tandasnya. (idr/idr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED