Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Jun 2019 10:50 WIB

TRAVEL NEWS

Liburan Kali Ini, Bantul Mengalami Penurunan Kunjungan

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Bantul di Yogyakarta (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul di Yogyakarta (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat 237.170 wisatawan datang ke objek wisata di Bumi Projotamansari. Tapi, ada penurunan kunjungan di Kecamatan Dlingo.

Kepala Dinpar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, selama masa liburan dari tanggal 6 Juni hingga 16 Juni, Dinpar menargetkan 269 ribu wisatawan mengunjungi tempat wisata Pantai di Bantul. Menurutnya, target tersebut akan tercapai di penghujung liburan besok.

"Insyaallah tercapai, karena data kunjungan wisata berertibusi dari tanggal 5 sampai kemarin (Rabu 11/6/2019) tercatat sudah ada 237.170 wisatawan yang datang ke Bantul," ujarnya kepada detikcom, Rabu (12/6/2019).

Kwintarto melanjutkan, jumlah kunjungan itu terdiri dari 173.200 wisatawan ke kawasan Pantai Parangtritis, 61.086 orang ke kawasan Pantai Samas dan 2.984 orang yang berkunjung ke Goa Selarong dan Goa Cerme. Sedangkan untuk pendapatan dari sektor wisata selama masa liburan ini mencapai miliaran rupiah.

"Untuk pendapatan dari sektor wisata, terhitung sampai kemarin sudah mencapai sekitar Rp 2,2 miliar," kata Kwintarto.

BACA JUGA: Air Terjun di Bantul yang Cantik Jelita

Namun, di balik jumlah kunjungan yang hampir mencapai target, Kwintarto mengaku ada penurunan kunjungan di objek-objek wisata Kecamatan Dlingo. Menurutnya, penurunan kunjungan wisata itu karena banyak bus besar yang tidak bisa melintas di jalur Patuk-Dlingo.

"Saya belum dapat data pastinya, tapi penurunan (kunjungan wisata) cukup banyak terjadi di kawasan Dlingo, itu akibat di portal (pemasangan road barrier di simpang 4 Patuk) di jalur masuk Patuk-Dlingo," ucapnya.

"Karena ada keluhan dari wisatawan juga, jadi (bus besar yang membawa wisatawan ke Dlingo) mengalami kesusahan saat mau belok kanan (ke jalur Patuk-Dlingo). Terus kalau mau putar balik jaraknya 3 kilometer dan bisa memicu macet, sehingga dari wisatawan pun dalam tanda kutip ada yang gelo (kecewa) karena rencana yang mau ke Dlingo tidak jadi," imbuh Kwintarto.

Padahal, jalur Patuk-Dlingo merupakan jalur yang disiapkan Pemkab Bantul untuk bus besar yang hendak menuju objek wisata di Kecamatan Dlingo. Namun dalam realisasinya, jalur tersebut tidak bisa dimaksimalkan karena pemasangan road barrier di tengah-tengah jalur Jogja-Wonosari.

Sehingga, ke depannya Dinpar Bantul akan berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul. Di mana tujuannya mencari solusi terkait penyelesaian masalah tersebut.

"Patuk itu masuk Gunungkidul dan memang belum ada koordinasi (dengan Pemkab Gunungkidul). Kita juga tidak cari siapa yang salah dan benar, tapi menurut saya kedepannya perlu ada evaluasi bersama. Intinya tidak saling menyalahkan, kita saling mendukung kok," pungkasnya. (sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA