Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Jun 2019 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

3 Tempat Wisata NTB Resmi Jadi Cagar Biosfer UNESCO

Faruk Nickyrawi
detikTravel
Foto: The International Co-ordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme (MAB-ICC) UNESCO(Faruk Nickyrawi/detikcom)
Foto: The International Co-ordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme (MAB-ICC) UNESCO(Faruk Nickyrawi/detikcom)
Dompu - Kabar membanggakan datang untuk Indonesia. 3 Destinasi di NTB berhasil diresmikan menjadi cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Taman Nasional Gunung Tambora (Samota) akhirnya diresmikan menjadi Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO PBB melalui program The International Co-ordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme (MAB-ICC) UNESCO di Paris, Prancis, Rabu (19/06/2019) kemarin.

Peresmian ditandai dengan ketuk palu palu tanggal 19 Juni 2019, sementara untuk sidang penutupan ICC MAB UNESCO akan dilaksanakan pagi ini pukul 10.00 atau pukul 16.00 waktu Prancis.

"Selamat buat seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora sekarang sudah ditetapkan menjadi Cagar Biosfer. Hasil kerja keras dan dukungan semua pihak," Kepala Balai Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT), Murlan Dameria Pane, dalam keterangan tertulisnya pada detikcom, Kamis (20/06/2019).

Dengan telah dikresmikannya, cagar biosfer Samota ini nantinya akan berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan baik secara ekologi maupun budaya.

Cagar biosfer Samota juga nantinya akan mendukung pengembangan penelitian, pemantauan, pendidikan dan pelatihan yang terkait dengan masalah konservasi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, regional, nasional, maupun global.

3 Tempat Wisata NTB Resmi Jadi Cagar Biosfer UNESCOFoto: Faruk Nickyrawi/detikcom


"Cagar biosfer merupakan suatu kawasan perlindungan ekosistem daratan atau pesisir yang diakui oleh Program MAB - UNESCO untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Cagar biosfer melayani perpaduan beberapa fungsi yaitu, kontribusi konservasi lansekap, ekosistem, jenis, dan plasma nutfah," jelasnya.

Dikatakanya Murlan, cagar biosfer di dunia membentuk jaringan, yang di dalamnya dipromosikan program pertukaran informasi, pengalaman, dan personel terutama di antara cagar biosfer dengan tipe ekosisten yang sama dan atau dengan pengalaman yang sama dalam memecahkan masalah konservasi dan pembangunan.

"Penetapan Cagar Biosfer oleh UNESCO merupakan pengakuan dunia, tentunya akan berdampak positif dalam aspek pariwisata, ekonomi, ilmu pengetahuan dan aspek lainnya," ujarnya.

Dalam peresmian ini, selain Kawasan Samota NTB, juga diresmikan Cagar Biosfer Togean Tojo Una-una, Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah.

(sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED