Fakta itu pun dipaparkan dalam riset terbaru Amadeus, satu dari 10 besar perusahaan teknologi yang bergerak dalam sistem distribusi global (Global Distribution System). Di pasar Asia Pasifik misalnya, sudah hampir setengah reservasinya dilakukan online.
"44% Booking atau pemesanan di Asia Pasifik dilakukan online, di mana sekitar 56% dilakukan offline," tulis Amadeus dalam riset terbarunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data di atas membuktikan, bahwa dewasa ini pemesanan hampir setengahnya didominasi secara online. Ada kecenderungan bahwa pemesanan tradisional via telepon atau tatap muka dan bicara langsung mulai ditinggalkan di Asia Pasifik.
BACA JUGA: Ini Beberapa Kesamaan Unik Traveler di Asia Tenggara
Adapun pemesanan perjalanan tak sepenuhnya didominasi online. Travel agent yang tradisional juga masih menggaet traveler, di mana punya pangsa pasarnya tersendiri.
"Pengeluaran di destinasi cukup terbagi dan tak dapat sepenuhnya diraih oleh saluran travel online. Tur lokal, tiket masuk tempat wisata, taksi, makanan dan minuman serta aneka transaksi di destinasi juga mencakup 80% pengeluaran dari traveler di Asia Tenggara," tulis Amadeus.
Oleh sebab itu, masih ada kesempatan bagi travel agent serta pelaku UMKM lokal untuk terus hidup dari sektor pariwisata yang telah mengglobal dan serba online.
(rdy/aff)












































Komentar Terbanyak
Melihat Gejala Turis China Meninggal di Hostel Canggu, Dokter: Bukan Musibah, Ini Tragedi
Sumut Dilanda Banjir Parah, Walhi Soroti Maraknya Deforestasi
Viral Tumbler Penumpang Raib Setelah Tertinggal di KRL, KAI Sampaikan Penjelasan