Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Jun 2019 12:30 WIB

TRAVEL NEWS

Drama Banget, Penumpang Ketiduran Ditinggal Sendiri di Pesawat

Shinta Angriyana
detikTravel
Ilustrasi Air Canada (Joerg Koch/AFP/Getty Images)
Ilustrasi Air Canada (Joerg Koch/AFP/Getty Images)
Toronto - Ketiduran di pesawat sih sudah biasa, kalau dalam perjalanan. Tapi, kalau sampai ditinggal awak kabin hingga mesin mati, bisa repot urusannya.

Inilah yang dialami oleh Tiffani Adams, seorang penumpang yang terbang menggunakan maskapai Air Canada pada 9 Juni lalu. Ia berangkat dari Quebec menuju Toronto, Kanada, tetapi perjalanan yang seharusnya menyenangkan, malah jadi mimpi buruk.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (25/6/2019) Tiffani tertidur di dalam penerbangan berdurasi 90 menit tersebut. Saat terbangun, dia menyadari bahwa pesawat sudah tidak lagi di udara ataupun di darat dengan kondisi sudah mendarat. Malah, ia terkunci di pesawat dengan keadaan gelap gulita.

Melalui akun Facebook kerabatnya, Tiffani pun menjelaskan mengenai hal ini di laman resmi Facebook Air Canada. Ia mengatakan dirinya terbangun di tengah malam, kemudian langsung menghubungi temannya jika sudah sampai di Toronto.

Tiffani juga mengatakan bahwa dirinya mengidap serangan panik berlebihan atau panic attack. Sehingga, ia kebingungan saat mendapati dirinya sendirian di pesawat yang gelap tidak berarah.

Untuk memberikan bukti, ia juga menghubungi temannya melalui video call. Namun sambungan tersebut hanya dapat dilakukan selama 1 menit, karena baterai Tiffani kehabisan daya. Jadilah ia berusaha mengisi baterai, namun ternyata aliran listrik mati, artinya pesawat sudah benar-benar tidak menyala.



Ia pun akhirnya berlari dan menyusuri kabin untuk mencari penerangan. Beruntung, di bagian kokpit Tiffani berhasil menemukan senter untuk mencari perhatian. Kemudian, ia juga berusaha membuka pintu pesawat, tapi ia kembali kebingungan saat jarak antara pesawat dan daratan yaitu 12-13 meter. Mungkin, jika dalam penerbangan normal, hal ini bisa diatur melalui tangga atau sambungan menuju pintu bandara. Namun kalau kondisi darurat seperti ini, lain ceritanya.

Akhirnya, ia menggantungkan kaki di pintu pesawat sambil menunggu petugas bandara yang lewat. Akhirnya, seorang operator bagasi pun melihat Tiffani, dan kemudian menolongnya dari sana.

Setelah diselamatkan, Tiffani akhirnya menuju bandara dan bertemu pihak Air Canada. Ia pun masih bertanya-tanya mengapa kejadian aneh bin ajaib tersebut bisa dialaminya dalam penerbangan singkat. Ia juga masih terkejut dan mengalami susah tidur karena takut akan dikunci di tempat yang gelap.

Kejadian ini pun menjadi viral di Facebook. Menurut Insider seperti dikutip dari The Independent, juru bicara Air Canada pun masih mendalami kasus ini dan menelisik apa yang sebenarnya terjadi terhadap penumpang pesawat itu. Aduh, ada-ada saja! (sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED