Sebuah undangan berisi 'Ayo ribuan orang serbu Parangtritis pakai baju hijau' pada tanggal 22 September mendadak ramai di media sosial Facebook. Hingga saat ini, Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul belum menerima pemberitahuan kegiatan tersebut.
"Setahu saya belum ada (koordinasi antara Dinpar Bantul dengan penyelenggara kegiatan serbu Pantai Parangtritis pakai baju hijau)," ujar Kepala Dinpar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo saat dihubungi wartawan, Jumat (19/7/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Mitos Pamali Pakai Baju Hijau di Pantai Parangtritis
Menurutnya, pemberitahuan itu untuk meminimalisir penumpukan di satu tempat yang sama. Mengingat di Pantai Parangtritis terdapat banyak wisatawan, dan tidak sedikit pula yang menggelar beragam kegiatan.
"Selain pemberitahuan, komunikasi juga diperlukan agar masyarakat setempat nantinya tidak kaget dengan adanya kegiatan di (Pantai) Parangtritis," ucapnya.
"Tapi kalau hanya sekadar kunjungan biasa dan lewat TPR menurut saya tidak masalah," sambung Kwintarto.
Kepala Dinpar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo (Pradito/detikcom) |
Terkait beredar luasnya undangan tersebut, Kwintarto mengaku akan mengkonfirmasi kepada akun yang sengaja menyebar undangan itu melalui medsos. Hal itu agar suasana pariwisata di Kabupaten Bantul tetap kondusif.
"Nanti teman-teman tim IT akan menelusurinya (asal undangan serbu Parangtritis) dan sampai sekarang kita belum dapat linknya," ucapnya.
Mengenai larangan wisatawan untuk mengenakan pakaian berwarna hijau saat ke Pantai Parangtritis, Kwintarto mengaku hal itu bukanlah ranah Dinpar. Menurutnya, larangan itu adalah saran dari para pendahulu.
"Kalau itu (masalah larangan mengenakan pakaian warna hijau) bukan kewenangan (Dinas) pariwisata Bantul. Karena kita memang tidak ada aturan melarang (wisatawan berbaju hijau)," ucapnya
"Jadi itu lebih ke saran atau mitos, dan setahu saya sampai saat ini masih mitos. Silakan mau percaya atau tidak, tapi ya risiko tanggung sendiri," imbuh Kwintarto.
(sna/aff)












































Kepala Dinpar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo (Pradito/detikcom)
Komentar Terbanyak
Sumut Dilanda Banjir Parah, Walhi Soroti Maraknya Deforestasi
Viral Tumbler Penumpang Raib Setelah Tertinggal di KRL, KAI Sampaikan Penjelasan
Agen Travel China Pusing, 90% Wisatawan Batalkan Liburan ke Jepang, Minta Refund