Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Jul 2019 18:55 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Lagi Sengsara, Ini Inovasi Kursi Tengah Pesawat

Bonauli
detikTravel
Inovasi kursi tengah di pesawat (dok Molon Labe Seating)
Inovasi kursi tengah di pesawat (dok Molon Labe Seating)
Jakarta - Kalau bisa ditebak, tak ada penumpang pesawat yang mau duduk di kursi tengah. Kini ada inovasi baru, kursi tengah tak lagi sengsara karena rebutan ruang siku.

Sebuah perusahaan startup bernama Molon Labe Seating yang bertempat di Lakewood, Amerika Serikat membuat inovasi baru bernama S1.

Diintip detikcom dari CNN, Senin (22/7/2019) desain S1 adalah pengembangan kenyamanan untuk kursi tengah di pesawat. Karena nyatanya, kebanyakan penumpang ekonomi merasa tak nyaman duduk di bangku tengah.

Hal yang seringkali jadi masalah adalah rebutan ruang siku atau sandaran tangan. Penumpang di kursi tengah biasanya harus mengalah karena bingung harus berebut sandaran siku dengan penumpang di sebelahnya.

(dok Molon Labe Seating)(dok Molon Labe Seating)

Untuk itulah desain S1 dibuat. Kursi ini mungkin sekilas tak ada bedanya dari desain biasanya. Tapi perbedaan paling dasar terlihat dari posisi kursi tengah.

Baca Juga: Siapa yang Berhak Buat Sandaran Tangan di Bangku Tengah Pesawat?

Kalau biasanya kursi tengah sejajar, desain S1 membuat tempat duduk lebih pendek dan sedikit mundur ke belakang. Kemudian sandaran tangan dibuat dengan dua tingkat.

Sehingga orang yang berada di tengah bisa meletakkan tangan di sandaran yang lebih rendah. Sedangkan sandaran tangan yang lebih tinggi di peruntukkan untuk penumpang di sisi lorong dan kursi dekat jendela.

(dok Molon Labe Seating)(dok Molon Labe Seating)

Desain kursi S1 ini rencananya akan digunakan untuk penerbangan domestik saja. Kursi S1 tersebut disertifikasi oleh Administrasi Penerbangan Federal bulan lalu, dan sedang diproduksi oleh Primus Aerospace di Colorado.

Scott, pendiri dan CEO Molon Labe Seating, mengatakan bahwa ia berharap kursi-kursi ini akan tersedia di dua maskapai yang berbasis di Amerika Utara, pada bulan April atau Mei 2020.

Simak Video "Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Warga Berani Tamasya?"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED