Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Agu 2019 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Mendaki Puncak Everest Kini Seharga Nyaris Rp 500 Juta

Afif Farhan
detikTravel
Pendakian ke Puncak Everest (CNN)
Pendakian ke Puncak Everest (CNN)
Kathmandu - Awal tahun 2019, setidaknya 11 pendaki tewas saat mendaki Puncak Everest di Nepal. Oleh sebab itu, pendakian ke sana kini diperketat!

Dilansir dari BBC, Kamis (15/8/2019) Pemerintah Nepal bakal memperketat pendakian ke Puncak Everest. Beberapa persyaratan pendakian pun tak main-main.

Beberapa di antaranya seperti pendaki yang mau naik Puncak Everest sudah pernah mendaki gunung dengan ketinggian 6.000 mdpl, memberikan sertifikat kebugaran fisik dan menggunakan jasa pemandu yang berpengalaman.

BACA JUGA: Fakta-fakta Puncak Everest yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Diketahui, sudah 11 pendaki tewas saat mendaki Puncak Everest di awal tahun 2019. Di antaranya, 4 pendaki tewas saat mengantre untuk menuju puncaknya.

Seperti kita ketahui, Puncak Everest yang masuk dalam rangkaian Pegunungan Himalaya merupakan titik tertinggi di Bumi. Ketinggiannya mencapai 8.848 mdpl dan merupakan mimpi para pendaki dunia untuk berdiri di sana.

Pendakian ke Puncak Everest (CNN)Pendakian ke Puncak Everest (CNN)


Pemerintah Nepal pun merencanakan, akan memberlakukan tarif masuk dengan harga tinggi bagi pendaki yang mau ke Puncak Everest. Dulunya seharga 11 ribu USD atau sekitar Rp 159 juta, menjadi 35 ribu USD atau setara Rp 499 juta.

Puncak-puncak lain di Nepal dengan ketinggian 8.000 mdpl, juga diberikan tarif masuk yang mahal. Seharga 20 ribu USD atau sekitar Rp 285 juta.

"Kami akan mengubah undang-undang dan peraturan. Kami akan membuat gunung kami aman, dikelola dan bermartabat," kata Menteri Pariwisata Nepal, Yogesh Bhattari.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui rangkaian diskusi panjang. Pemerintah Nepal juga meminta masukan dari berbagai asosiasi pendakian gunung dunia.



Simak Video "Detik-detik Letusan Gunung Merapi"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA