Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 31 Agu 2019 16:20 WIB

TRAVEL NEWS

Bandara Paling Selatan Indonesia dan Pariwisata Rote

Syanti Mustika
detikTravel
Bandar Udara D. C. Saundale, Pulau Rote (Syanti/detikcom)
Bandar Udara D. C. Saundale, Pulau Rote (Syanti/detikcom)
Jakarta - Pulau Rote di ujung selatan Indonesia bisa dijangkau lewat laut dan udara. Bandara ini penting untuk pariwisata Rote.

detikcom bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub datang ke Rote dalam tajuk 'Menyambung Nusantara, Merajut Bangsa'. Kami pun datang ke Bandara Rote dan berjumpa dengan Kepala UP Bandar Udara Saudale Rote, S Charles B Malaikosa.

Menurut Charles konektivitas antara Kupang dengan Rote melalui jalur udara semakin baik. Untuk menyambut wisatawan mereka pun akan menyediakan jasa travel untuk turis.

"Kami saat ini sedang dalam proses penyiapan jasa travel untuk wisatawan di bandara. Kami ingin mempermudah turis untuk mengenal budaya dan wisata di Rote. Sehingga mereka nyaman dan kunjungan semakin banyak," ujar Charles.

Bandar Udara DC Saudale Rote mempunyai 2 jadwal penerbangan dengan rute Kupang-Rote. Rute ini menggunakan maskapai Wings Air.


"Setiap hari kita punya 2 penerbangan. Pertama berangkat dari Kupang pukul 06.00 WITA dan berangkat dari Rote pukul 07.25 WITA. Penerbangan selanjutnya yaitu berangkat dari Kupang pukul 02.30 Wita dan berangkat dari Rote pukul 03.30 Wita," jelas Charles.

Setiap harinya Bandara DC Saidale kedatangan penumpang sekitar 70 orang. Setengah dari penumpang adalah turis.

"Hampir setiap harinya pesawat kita 90 persen terisi, sekitar 68-72 orang yang naik. Dan setengah dari penumpang kita adalah turis asing," tambahnya.

Charles juga menjelaskan bahwa aktivitas bandara juga bergantung dengan transportasi laut. Jika angin kencang dan kapal tidak bisa melaut, bandara menjadi opsi utama untuk menuju Kupang.

Ruang tunggu Bandar Udara D. C. SaundaleRuang tunggu Bandar Udara D. C. Saundale (Syanti/detikcom)


Yang menjadi kendala dalam transportasi menuju Rote adalah keadaan iklim dan cuaca. Angin yang tidak menentu membuat ombak cukup tinggi hingga kapal sulit melaut. Saat seperti inilah pesawat menjadi ramai karena hanya itu transportasi yang bisa digunakan.

"Bahkan kami pernah sampai kewalahan karena penumpang membludak dan melebihi kapasitas penumpang. Biasanya penerbangan yang ramai itu saat bulan angin barat, Desember- Februari," jelasnya.

Ada beberapa langkah bandara untuk menyambut kedatangan wisatawan ke Rote ke depannya. Salah satunya dengan memoles bandara dan menyesuaikan siri dengan target Kementerian Pariwisata.

"Kita sudah mempersiapkan masterplan dengan target selesai tahun 2020. Untuk mempermudah wisatawan datang kita juga akan mempersiapkan jasa travel yang akan beroperasi di bandara dan koordinasi dengan hotel-hotel. Serta kami akan memoles dan meningkatkan lagi kinerja sesuai arahan Kementerian Pariwisata untuk wisatawan," tambahnya.

Sebelum hal ini terealisasi, turis yang datang ke Rote biasanya menggunakan jasa jemputan dari hotel.

"Biasanya turis yang datang ke Rote menggunakan jemputan dari hotel tempat dia menginap. Tapi jika rencana jasa travel telah terealisasi, akan memudahkan lagi turis yang datang," tutup Charles.

Simak Video "Kemenhub Rencana Bangun Terminal Sekelas Bandara"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA