Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Sep 2019 22:15 WIB

TRAVEL NEWS

Warning! Es di Greenland Semakin Tipis

Syanti Mustika
detikTravel
es yang mencair di greenland (dok BBC)
es yang mencair di greenland (dok BBC)
Jakarta - Perubahan iklim berpengaruh pada semua unsur, salah satunya mencairnya es di kawasan Greenland. Jumlah yang cair sangatlah besar dan butuh perhatian!

Isu lingkungan haruslah kita perhatikan dan pikirkan dalam-dalam. Karena dampaknya tak hanya untuk satu kelompok saja, namun berpengaruh pada seluruh dunia.

Es yang mencair di dua kutub bumi semakin memprihatinkan, sebut saja di Greenland. Setiap tahunnya, kawasan di sana kehilangan es yang bisa menaikan permukaan laut hingga 1 mm.

Dilansir detikcom dari BBC, Jumat (6/9/2019) jumlah es yang mencair di kawasan Greenland sangat mengejutkan para peneliti. Salah satu glestser di Greenland telah menipis hingga 100 meter sejak terakhir dilihat pada tahun 2004.

Warning! Es di Greenland Semakin TipisPerubahan es yang terjadi di Greenland (dok BBC)


Mungkin kamu akan bertanya-tanya, kenapa Greendland posisinya sangat berpengaruh pada dunia. Karena dia punya lapisan beku setebal 2-3 Km dan jumlahnya ini 7 kali luas wilayah Inggris.

Walau Greenland adalah kawasan terpencil yang membentang dari utara Atlantik hingga Kutub Utara, namun keberadaannya sangat penting bagi dunia. Berubah saja atau mencair saja es nya, bisa mengubah garis pantai di seluruh dunia dan memaksa manusia bergeser lagi ke daratan.

BACA JUGA: Pemanasan Global, Jalur Pendakian di Pegunungan Alpen Hilang

Bayangkan saja, jika semua esnya mencair, itu akan menaikan permukaan laut seluruh dunia hingga 7 meter. Seluruh dunia lho!

Tentu tidak ada satupun yang bisa membayangkan dan memprediksi kapan hal terburuk ini akan terjadi. Bahkan dalam jumlah kecil saja es yang mencair membawa dampak dan mengancam jutaan orang yang berada di dataran rendah.

Warning! Es di Greenland Semakin TipisDaratan es yang telah menjadi abu-abu berlumpur (dok BBC)


Sebut saja kawasan Bangladesh, Florida dam Inggris Timur. Tiga kawasan ini adalah daerah yang paling rentan terhadapa kenaikan permukaan laut.

Beberapa orang peneliti pun mulai sadar akan bahaya besar yang mengancam dunia ini. Salah satunya ilmuwan Jerman bernama Jason Box dari Geological Survey of Denmark and Greenland (GEUS). Dia bahkan sampai tidak tidur memikirkan bahaya yang mengancam seluruh dunia akibat kenaikan permukaan laut.

Telah berapa banyak es mencair?

Sejuh ini jumlah lapisan es yang mencair sama dengan jumlah es yang mebeku saat musim dingin. Namun jumlah perubahannya relatif tidak biasa, dimana dalam 30 tahun terakhir Greenland lebih banyak mencairkan es.

Beberapa tahun terakhir, ratusan miliyar ton es hilang. Kasarnya 362 miliar ton es mencair hingga menaikankan permukaan laut rata-rata 1 mm. Pada tahun 2012, jumlah es yang mencair di Greenland mencapai 450 miliar ton. Jumlah ini menyebabkan naiknya permukaan laut hingga 2 mm.

Warning! Es di Greenland Semakin TipisGanggang yang menggrogoti es yang mencair (dok BBC)

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa es bisa mencair sebanyak itu di Greenland? Jawaban dari dr Box adalah karena adanya peningkatan suhu yang menerpa es di Greenland.

BACA JUGA: Kisah Pantai di India, Dulu Jorok Luar Biasa Kini Indah

dr Fox pun bercerita tentang kunjungannya pada tahun 2004 ke Greenland. Dia terbang melewati tebing-tebing es yang menjulang, gletser bertembok abu-abu pucat dan biru yang mengapung di lautan.

Saat meninjakan kaki mereka sangat terkejut karena menyadari setiap bulannya, lapisan es mencair sebanyak 1 meter. Ini tentu penyusutan yang sangat agresif.

Selama 15 tahun terakhir, penyusutan semakin terlihat dimana tinggi gunung es dan gletser menyusut dan tidak lagi mendominasi lanskap. Dan baru-baru ini, Jason Box mengumpulkan bacaan terbaru dimana di musim panas ini gletser telah menyusut sekitar 9 meter.

Saat menyebut wilayah kutub, yang selalu terbayang di dalam benak kita adalah hamparan daratan es putih yang sangat luas. Namun kenyataannya sekarang, daratan es putih telah berubah menjadi abu-abu, berongga dan berlumpur. Itulah kenyataannya.

Dulu, daratan putih itu kotor diasumsikan terjadi karena debu dan partikel polusi yang dibawa angin dari pembangkit listrik dari industri besar. Namun tenryata bukan itu saja faktor penyebabnya.

Terakhir berdasarkan kunjungan para ilmuwan ke daratan es di Greenland, mereka menemukan fakta bahwa yang menyebabkan es semakin cepat mencair itu karena adanya ganggang yang tumbuh di es yang mencair.

Dengan mengubah permukaan yang biasanya putih menjadi abu-abu atau hitam, ganggang menjadikan permukaan es tidak lagi reflektif sehingga semakin banyak menyerap sinar matahari. Inilah yang menyebabkan cepatnya es mencair.

Mengingat besarnya taruhan yang harus dihadapi jika es di Greenland semakin mencair, penelitian pun besar-besaran dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Satelit, pesawat pemantau dan eskpedisi dilakukan untuk mempelajari fenomenal ini.

NASA juga telah bertahun-tahun memantau tentang pergerakan lapisan es. Meskipun es yang besar terlihat tidak bergerak, namun kenyataannya mereka semakin bergeser ke pantai. Dan pergerakannya semakin cepat saat musim panas.

Ilmuwan NASA juga menemukan bahwa es tidak meleleh karena atmosfer memanas saja, namun juga karena adanya air yang lebih hangat mengalir ke bawah permukaan gletser.

Bagaimana nasib orang-orang Greenland?

Sebanyak 56.000 jiwa hidup di sebidang tanah sempit, tepat di tepi lapisan es yang semakin hari semakin dekat ke daratan. Di Desa Narsaq, seorang penduduk bernama Christian Mortensen mengatakan bahwa dia merasakan perubahan iklim di daerahnya.

Sewaktu dia masih kecil, gunung es begitu terlihat besar dan jauh dari desanya. Namun semakin hari, gunung itu terlihat pecah, mengecil dan semakin dekat ke daratan.

Warning! Es di Greenland Semakin Tipis(dok BBC)

Karena kondisi ini juga, memungkin bagi warga Greenland untuk bisa bercocok tanam. Bahkan telah ada ternak yang merumput di padang rumput yang tepat berada di samping bongkahan es besar yang mengapung di lautan.

Namun bagi para muda-mudi Greenland mereka sadar akan bahaya yang mengancam dunia jika es di 'rumahnya' mencair. Mereka pun mencoba melakukan langkah kecil dengan mengecat rumah-rumah mereka menjadi warna cerah.

Apa yang bisa dilakukan?

Jika perhitungan Jason Box dan kawan-kawan mengenai es di Greenland yang semakin mengkerut, maka kita harus siap menuju kerugian yang besar di masa mendatang.

Warning! Es di Greenland Semakin TipisPohon yang ditaman ilmuwan (dok BBC)

Bahkan dengan langkah cepat seperti memangkas emisi gas, Greenland amsih dalam tahap pencairan es yang terus meningkat, meskipun itu bisa diperlambat.

Para ilmuwan pun mencoba mengambil langkah dengan cara menanam 6.000 pohon muda dari larva Siberia, sejenis pohon yang mampu mengikat karbon. Mereka berharap 10 pohon dapat tumbuh selama 60 tahun untuk bisa menyerap karbon monoksida yang dihasilkan oleh pesawat-pesawat yang terbang dari London-San Fransisco.

Langkah di atas adalah permulaan, dimana mereka akan memperluas lagi dengan membuat hutan untuk mengatasi perubahan ikmlim ini. Dan juga dalam waktu dekat para ilmuwan akan pergi menjelang musim dingin untuk mengasah prediksi tentang kemungkinan yang akan terjadi di lapisan es di masa mendatang.

Simak Video "Ribuan Warga Australia Turun ke Jalan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA