Ribuan masyarakat Cirebon dan sekitarnya berbondong-bondong menyaksikan arak-arakan tradisi nadran dan sedekah bumi yang digelar di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jabar. Belasan ogoh-ogoh diarak dari komplek makam Sunan Gunung Jati hingga bundaran Krucuk Kota Cirebon.
Foto: Sudirman Wamad/detikcom |
Polisi pun merekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Gunung Jati Cirebon. Arak-arakan ogoh-ogoh itu dimulao sekitar pukul 13.00 WOB hingga sore hari. Masyarakat berbondong-bondong ingin melihat bentuk-bentuk ogoh-ogoh yang diarak, ada yang berbentuk harimau, gajah, kerbau, udang, Syekh Quro, Nyi Mas Pakungwati dan sederet nama-nama besar yang pernah menyiarkan agama Islam di tanah Cirebon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kegiatan budaya. Kita harus memolesnya agar lebih menarik perhatian wisatawan. Ini bisa menjadi agenda tahunan yang menarik wisatawan, baik domestik maupun internasional," kata Imron kepada awak media, Sabtu (14/9/2019) kemarin.
Foto: Sudirman Wamad/detikcom |
Lebih lanjut, Imron mengatakan nadran dan sedekah bumi salah satu bagian dari kearifan lokal yang ada di Cirebon. Sehingga, lanjut dia, pemerintah dan masyarakat harus saling bersinergi melestarikan tradisi tersebut.
"Ini bentuk syukur kepada yang maha kuasa. Bersyukur atas Allah yang telah memberikan rezeki kepada para nelayan, alam dan manusiannya," katanya.
Sementara itu, Wiah (45) salah seorang pengunjung mengamu setiap tahun tak pernah absen menyaksikan arak-arakn nadran dan sedekah bumi. Wiah mengaku tertarik dengan ogoh-ogoh yang diarak dalam tradisi itu.
"Ya mengajak anak juga, senang lihatnya. Ramai juga. Semoga tahun depan lebih menarik lagi," kata Wiah.
(sna/aff)












































Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru