Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Sep 2019 19:30 WIB

TRAVEL NEWS

Asal Usul Goyang Karawang, Antara Stigma Erotis & Sejarah

Luthfiana Awaluddin
detikTravel
Budayawan Karawang, Herman El Fauzan (Luthfiana/detikcom)
Budayawan Karawang, Herman El Fauzan (Luthfiana/detikcom)
Karawang - Karawang punya Goyang Karawang yang lekat dengan stigma tari erotis dan menggoda pria. Padahal, Goyang Karawang merupakan produk budaya yang cukup bersejarah.

Istilah 'Goyang Karawang' cukup melekat terutama pada perempuan Karawang. Ada stigma jika 'Goyang Karawang' adalah tarian erotis dan para penarinya adalah perempuan nakal yang kerap membuat lelaki tergoda. Saking terkenalnya istilah itu, sampai muncul cap jika orang Karawang pandai bergoyang.

"Saya kerap mendengarnya saat berada di perantauan. Rata-rata orang Karawang dianggap pandai menggoyangkan pinggul dan bokongnya. Tapi stigma itu hanya muncul di luar Karawang. Padahal orang Karawangnya sendiri tak tahu apa sebetulnya itu goyang Karawang," kata Herman El Fauzan, budayawan asal Karawang saat seminar Kajian Sejarah Goyang Karawang di Kantor Disbudpar Karawang, Minggu (15/9/2019).

Untuk menjawab rasa penasaran masyarakat, sejumlah pegiat sejarah tergabung dalam Karawang Heritage menelisik asal muasal istilah 'Goyang Karawang'. Mereka mencari keberadaan penari-penari yang konon tampil berani pada zaman dulu.

"Secara umum, Goyang Karawang adalah gaya menari rancak penari Karawang zaman dulu. Menurut para seniman, tarian Goyang Karawang diidentikkan dengan gerak pinggul penari perempuan yang cenderung erotis," ujar Asep Ruhyani, seorang pegiat sejarah Karawang kepada detikcom, Selasa (17/9/2019).

Sosok Itoh Masyitoh (dok. Asep Ruhyani/Istimewa)Sosok Itoh Masyitoh (dok. Asep Ruhyani/Istimewa)


Dalam melacak istilah 'Goyang Karawang', Asep melakukan serangkaian wawancara dengan sejumlah seniman tua. Sampai suatu saat, ia disarankan menemui Itoh Masyitoh, mantan penari ronggeng yang pernah beken pada tahun 1970an.

"Kalau ingin tahu Goyang Karawang datangi saja Ibu Itoh Masyitoh," ujar Asep, menirukan ucapan seorang seniman tua tersebut.

Asep kemudian menemui Itoh dan mewawancarainya pada tahun 2011. Saat diwawancara, kata Asep, Itoh bercerita soal penampilannya yang selalu membuat penonton heboh pada periode 1970-an. Itoh pun bercerita tentang dampak menari pinggul sejak puluhan tahun lalu.

BACA JUGA: Ekspedisi Mencari Terumbu Karang di Karawang

"Entah sudah berapa ribu kali Itoh mengulang gerakan tari pinggulnya. Saking seringnya menari, pinggul Itoh kerap sakit setiap bangun tidur," kata Asep berdasarkan penuturan Itoh.

Mulai menari sejak umur 16 tahun, Itoh dikenal sangat berbakat. Berdasarkan pengakuan Itoh, kata Asep, Itoh kerap menari sebagai ronggeng inti dalam sebuah kelompok kesenian Topeng Banjet.

"Dalam seni topeng, biasanya dibuka oleh tarian seorang Ronggeng inti. Selanjutnya penonton disuguhi lawak dan lakon tertentu," kata Asep.

BACA JUGA: Karawang Punya Kompleks Candi Tertua di Indonesia

Penampilan Itoh yang menghibur, membuat ia dipercayai Dinas Penerangan Karawang mengikuti sebuah lomba tari tradisional yang diadakan Pemprov Jawa Barat di Kota Bandung sekira tahun 1980-an.

"Itoh mewakili Karawang dan menampilkan tarian Ronggeng di atas panggung. Menurut pengakuan Itoh, saat itu penonton heboh. Itoh pun mendapat juara satu dalam lomba itu," tutur Asep yang menuliskan kisah Itoh dalam sebuah majalah seni budaya.

"Saat Itoh menggerakkan pinggulnya, penonton heboh dan berseloroh Goyang Karawang- Goyang Karawang," kata Asep mengenang ucapan Itoh.

Kemenangan Itoh dalam lomba dan tariannya yang menghebohkan membuat Itoh diuber-uber wartawan. "Setelah lomba, Itoh mengaku banyak diminta wawancara oleh stasiun radio. Dari situlah istilah 'Goyang Karawang' mulai populer," tutur Asep.

Ilustrasi tari Ronggeng (Imam Suripto/detikcom)Ilustrasi tari Ronggeng (Imam Suripto/detikcom)


Lantas dari mana stigma negatif Goyang Karawang muncul? Menurut Asep, itu tak lepas dari lekatnya Goyang Karawang dengan tarian Ronggeng pada zaman dulu.

"Dulu itu, penari ronggeng identik bisa diajak tidur. Padahal tidak semua. Pada masa Itoh menari, praktik-praktik semacam itu sudah mulai ditinggalkan. Itoh termasuk penari yang lurus," kata Asep.

Saat ini, kata Asep, Goyang Karawang tinggal sebuah istilah. Menurut Asep, seiring waktu, sudah jarang penari yang menampilkan pakem tarian zaman ronggeng.

"Saat ini, sudah tak ada penari yang menggerakkan pinggul seperti dulu. Goyang Karawang malah diidentikkan dengan Jaipong karena seni tari itu yang masih eksis, terlebih Jaipong terkenal dengan goyang, gitek dan geol," tuturnya.

Simak Video "Insiden Minyak Tumpah di Perairan Karawang, KLHK: Harus Dipulihkan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA