Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 18 Sep 2019 08:15 WIB

TRAVEL NEWS

Mengerikan, Para Skydiver Ini Hampir Bertabrakan dengan Jet Tempur

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi skydiving (WILLIAM E/dTraveler)
Ilustrasi skydiving (WILLIAM E/d'Traveler)
London - Skydiving adalah aktivitas ekstrem yang menyenangkan bagi sebagian orang. Tapi kejadian baru-baru ini, mesti diperhitungkan karena hampir kecelakaan fatal!

Dilansir CNN, Rabu (18/9/2019), sepasang skydiver menghindari tabrakan dengan dua pesawat tempur AS. Dalam sebuah laporan, armada itu melaju dengan kecepatan hampir 350 mph atau 563 km/j di Inggris.

Para penerjun payung, yang belum diidentifikasi, jatuh bebas sekitar 120 mph atau 193 km/j. Saat bersamaan ada dua jet F-15 lewat di bawah mereka pada 17 April lalu.

Kejadian itu bisa berakibat fatal. Momennya terekam kamera GoPro yang melekat pada helm salah satu skydivers, menurut laporan oleh UK Airprox Board, yang memantau insiden tersebut. Penerjun payung menilai risiko tabrakan berskala sedang mengintainya.

Para skydiver lepas landas dari lapangan terbang Chatteris di Cambridgeshire, sementara jet tempur itu berangkat dari pangkalan Angkatan Udara Inggris (RAF) di Lakenheath, Suffolk. Pangkalan itu juga merupakan rumah bagi Fighter Wing Angkatan Udara AS ke-48.

BACA JUGA: Berani Terjun Bebas dari 15.000 Kaki di Queenstown?

Saat kejadian, kondisi cuaca sedang bagus dan laporan itu menyatakan bahwa para skydivers memiliki jarak pandang 10 kilometer, sedangkan pilot memiliki pandangan yang jelas sejauh 50 kilometer.
Zona jatuh parasut yang ditentukan harus ditandai pada grafik penerbangan, yang berarti wajib bagi operator pesawat udara di daerah tersebut untuk mengetahui bahwa skydiver dapat berada dalam jangkauan penerbangan.

Menurut laporan itu, pangkalan RAF menerima telepon dari Chatteris setiap pagi untuk memberi tahu mereka tentang segala kegiatan. Salah satu pilot mengatakan kepada penyelidik bahwa dia tidak menyadari bahwa Chatteris terbuka untuk skydivers pada waktu itu dan tidak ada kabar juga dari menara kontrol lalu lintas udara (ATC).

Seharusnya tidak demikian, menurut laporan itu. Sejak itu, pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden lebih lanjut.

Ada beberapa faktor yang ikut menyertai menurut laporan itu. Salah satunya adalah gangguan dalam komunikasi yang mungkin sebagian disebabkan oleh beratnya beban kerja di ATC Lakenheath.

Meski para skydiver belum teridentifikasi, ada fakta bahwa mereka tidak membuka parasut saat kejadian. Mereka tidak terjun bersama-sama yang menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman yang cukup dalam aktivitas ekstrim itu.

Penyelidik tidak dapat menentukan dengan pasti seberapa dekat F-15 dengan para skydiver. Pertanyaannya, seberapa tinggi risiko tabrakan itu?

Nick Wall, seorang ahli keselamatan penerbangan independen, mengatakan bahwa kejadian itu masuk dalam kategori B. Atau, risiko dari insiden itu dianggap cukup serius.

BACA JUGA: Bagian Pesawat Tempur Jatuh dan Berbunyi Keras, Dikira Kiamat

Angkatan Udara AS telah mengambil pelajaran atas kejadian itu dan telah mengambil tindakan lanjutan. Kolonel Will Marshall, Komandan Fighter Wing ke-48 di Lakenheath, mengomentari hal itu.

"Wilayah udara Inggris sangat kompleks dan sering kali sesak. Keselamatan awak pesawat kami serta orang-orang adalah prioritas nomor satu kami. Atas insiden ini memperkuat pentingnya kesadaran situasional dan perhatian ATC juga awak udara kami," kata dia.

Skydive Chatteris Club yang mengangkut para skydiver menolak mengomentari kejadian itu.




Simak Video "Jet Tempur F-35 Jepang Jatuh di Samudra Pasifik"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA